Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ILMUWAN dari Yale School of Medicine mengungkapkan bagaimana DNA membentuk kepribadian seseorang.
Dalam penelitian yang dipublikasikan jurnal Nature Human Behavior, para peneliti menemukan sejumlah lokasi genetik yang berkaitan dengan sifat-sifat kepribadian manusia.
Penelitian ini memanfaatkan data dari Million Veteran Program, sebuah program riset berskala nasional yang mengumpulkan berbagai informasi kesehatan, termasuk data genetik, dari para veteran di Amerika Serikat (AS).
Program ini memberikan akses besar bagi para ilmuwan untuk mempelajari hubungan antara gen dan berbagai aspek kesehatan, termasuk kepribadian.
Dalam studi ini, setiap peserta diminta mengisi tes kepribadian berbasis model “Big Five”, yaitu lima dimensi utama yang umum digunakan dalam psikologi: ekstroversi, keterbukaan, keramahan, neurotisisme, dan kehati-hatian.
Selain itu, mereka juga memberikan sampel darah yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi variasi genetik. Dengan menggabungkan hasil tes kepribadian dan data DNA tersebut, peneliti dapat melihat keterkaitan antara sifat seseorang dan struktur genetiknya.
Menurut asisten profesor psikiatri di Yale sekaligus peneliti utama, Daniel Levey penelitian ini membawa pemahaman baru soal hubungan antara gen dan kepribadian.
“Kami selangkah lebih dekat untuk mengetahui varian gen mana yang benar-benar berhubungan dengan sifat kepribadian,” ujarnya dikutip dalam laman Yale School of Medicine.
Melalui analisis antara hasil tes kepribadian dan data DNA para peserta, para peneliti berhasil menemukan 62 lokus gen baru yang berkaitan dengan sifat neurotisisme, yaitu kecenderungan seseorang untuk mudah merasa cemas atau tertekan.
Tidak hanya itu, untuk pertama kalinya mereka juga berhasil mengidentifikasi lokus gen yang berhubungan dengan sifat keramahan (agreeableness), sebuah temuan yang sebelumnya belum pernah tercatat dalam studi genetika kepribadian.
Saat hasil penelitian ini digabungkan dengan data dari studi-studi sebelumnya, jumlah keseluruhan lokus genetik yang berpengaruh terhadap lima sifat kepribadian utama tersebut meningkat menjadi lebih dari 200 lokus. Temuan ini menunjukkan bahwa kepribadian manusia dipengaruhi oleh banyak sekali faktor genetik yang bekerja secara kompleks.
Meski begitu, Levey menegaskan bahwa sifat manusia tidak sepenuhnya dikendalikan oleh DNA.
“Menemukan variasi genetik bukan berarti hidup Anda sudah ditakdirkan dan tidak bisa diubah,” kata Levey.
Penelitian ini juga menemukan bahwa sifat kepribadian ternyata memiliki kaitan genetik dengan risiko mengalami gangguan mental.
Para peneliti melihat adanya tumpang tindih yang kuat antara gen yang berhubungan dengan neurotisisme dengan gen yang terkait depresi dan gangguan kecemasan. Neurotisisme sendiri yaitu sifat yang membuat seseorang lebih mudah merasa cemas atau sedih.
Artinya, individu dengan tingkat neurotisisme tinggi secara genetik lebih rentan mengalami kedua kondisi tersebut.
Sebaliknya, orang yang memiliki skor agreeableness yang tinggi, yaitu sifat yang membuat seseorang lebih mudah bekerja sama dan berhubungan baik dengan orang lain, justru ditemukan memiliki risiko yang lebih rendah terhadap depresi dan kecemasan.
Temuan ini memberikan gambaran lebih dalam bahwa kombinasi gen dan sifat kepribadian berperan penting dalam kesehatan mental seseorang.
Penulis utama studi ini, Priya Gupta menjelaskan bahwa pemahaman ini bisa membantu seseorang lebih sadar akan potensi risiko mental yang mungkin mereka miliki.
“Gen memang di luar kendali kita, tetapi mengetahui sifat kepribadian bisa membuat kita lebih peka terhadap risiko kesehatan mental dan mencari strategi yang tepat untuk mengatasinya,” ujarnya.
Levey menekankan bahwa penelitian gen dan kepribadian masih didominasi oleh partisipan keturunan Eropa, sehingga dibutuhkan kelompok yang lebih beragam agar hasilnya semakin akurat.
“Untuk benar-benar memahami seberapa besar pengaruh variasi gen, kami membutuhkan sampel yang jauh lebih besar dan lebih beragam,” katanya. (Z-1)
Bagi pasangan selebriti Chicco Jerikho dan Putri Marino, parfum bukan sekadar wewangian yang menyenangkan indera penciuman. Keduanya memandang aroma sebagai bahasa lai.
Menyesuaikan jenis olahraga dengan kepribadian dapat meningkatkan kebugaran dan menurunkan stres.
Aktris Cinta Laura Kiehl, yang memerankan karakter Jessica dalam film Agen +62 Menanggapi anggapan bawah karakter yang Ia bawakan mirip dirinya
Apakah kamu lebih suka liburan ke gunung atau pantai? Ternyata, pilihan destinasi liburan favoritmu bisa mencerminkan kepribadianmu yang sebenarnya.
She Deserves the World menghadirkan bukan sekadar perhiasan, melainkan simbol representasi diri yang mewakili beragam sisi unik setiap wanita.
Pengemudi mobil Audi yang menerobos Gerbang Tol Simatupang, pintu masuk utama menuju Tol JORR di Jakarta Selatan, pada Rabu (19/11) diklaim mengalami depresi.
Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang memengaruhi perilaku, emosi, dan kemampuan berkomunikasi. Ketahui penyebab, gejala, dan metode pengobatan.
Studi internasional terhadap lebih dari 11 juta data pasien menunjukkan lingkungan hijau dapat menurunkan risiko rawat inap akibat gangguan mental hingga 7%.
Bulan purnama sering dikaitkan dengan insomnia dan perilaku aneh. Penelitian terbaru menjelaskan efeknya nyata tapi kecil.
Faktor penyebab gangguan mental pada anak tidak bisa dipandang dari satu sisi saja. Ia menjelaskan, tumbuh kembang anak dipengaruhi sejak awal pembentukan, bahkan sejak masa kehamilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved