Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SERINGKALI, meja kerja yang penuh dengan tumpukan kertas, cangkir kopi yang belum dicuci, hingga kabel yang menjuntai dianggap sebagai tanda bahwa pemiliknya adalah orang yang malas atau tidak terorganisir.
Namun, dalam dunia psikologi, fenomena ini punya penjelasan ilmiah yang jauh lebih mendalam.
Berdasarkan studi dari University of Minnesota yang dipimpin oleh psikolog Kathleen Vohs, kondisi meja kerja bukan sekadar masalah kerapian, melainkan cerminan dari cara kerja otak seseorang.
Di tahun 2026 ini, konsep "Organized Chaos" semakin diakui sebagai salah satu pemicu inovasi di industri teknologi dan kreatif.
Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan yang tidak teratur justru merangsang pemikiran yang out-of-the-box. Orang yang bekerja di tengah kekacauan visual cenderung tidak terikat oleh tradisi atau aturan yang kaku.
Hal ini kontras dengan mereka yang memiliki meja sangat rapi, yang menurut studi cenderung lebih patuh pada ekspektasi sosial dan cenderung bermain aman.
Studi Vohs menemukan bahwa partisipan di ruangan berantakan mampu menghasilkan ide-ide yang lebih kreatif.
Dalam eksperimen menggunakan bola pingpong, mereka yang berada di ruang acak-acakan mampu memberikan ide kegunaan baru yang jauh lebih inovatif dibandingkan mereka yang berada di ruangan rapi.
Pemilik meja berantakan biasanya adalah tipe visioner. Mereka sering mengabaikan detail kecil yang dianggap tidak mendesak demi fokus pada proyek besar.
Bagi mereka, energi kognitif lebih berharga jika digunakan untuk memecahkan masalah daripada sekadar menyusun folder berdasarkan warna.
Terbiasa bekerja di tengah ketidakteraturan fisik membuat mental seseorang lebih fleksibel. Mereka lebih tenang saat menghadapi perubahan rencana mendadak atau situasi darurat karena sudah terbiasa menavigasi diri di tengah "kekacauan" sehari-hari.
Fakta Menarik: Tokoh-tokoh besar seperti Albert Einstein, Thomas Edison, hingga Steve Jobs dikenal memiliki meja kerja yang sangat berantakan. Einstein pernah berkata, "Jika meja yang berantakan adalah tanda pikiran yang berantakan, maka meja yang kosong adalah tanda dari apa?"
Meskipun berantakan memicu kreativitas, tetap ada batasannya. Jika kekacauan tersebut mulai meningkatkan hormon stres (kortisol) atau membuat Anda kehilangan dokumen penting, produktivitas akan menurun.
Pakar menyarankan penggunaan meja berantakan pada fase awal proyek (ideasi) dan merapikannya saat memasuki fase penyelesaian (eksekusi).
| Ciri Kepribadian | Meja Berantakan | Meja Rapi |
|---|---|---|
| Gaya Berpikir |
Kreatif & Inovatif |
Terstruktur & Konvensional |
| Fokus Utama | Ide Besar (Visioner) | Detail & Kerapihan |
| Kebiasaan Makan | Cenderung memilih camilan manis |
Cenderung memilih camilan sehat |
Para peneliti berhasil menemukan 62 lokus gen baru yang berkaitan dengan sifat neurotisisme, yaitu kecenderungan seseorang untuk mudah merasa cemas atau tertekan.
Bagi pasangan selebriti Chicco Jerikho dan Putri Marino, parfum bukan sekadar wewangian yang menyenangkan indera penciuman. Keduanya memandang aroma sebagai bahasa lai.
Menyesuaikan jenis olahraga dengan kepribadian dapat meningkatkan kebugaran dan menurunkan stres.
Aktris Cinta Laura Kiehl, yang memerankan karakter Jessica dalam film Agen +62 Menanggapi anggapan bawah karakter yang Ia bawakan mirip dirinya
Apakah kamu lebih suka liburan ke gunung atau pantai? Ternyata, pilihan destinasi liburan favoritmu bisa mencerminkan kepribadianmu yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved