Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Letusan Gunung Tahun 1345 Diduga Picu Wabah Black Death ke Eropa

Thalatie K Yani
05/12/2025 06:19
Letusan Gunung Tahun 1345 Diduga Picu Wabah Black Death ke Eropa
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH penelitian baru ungkap letusan gunung yang terjadi sekitar tahun 1345 memicu rangkaian peristiwa yang membawa pandemi mematikan Eropa, Black Death. Dampak letusan itu tersimpan dalam cincin pohon yang memicu guncangan iklim. Perubahan itu berdampak pada kondisi sosial-ekonomi dan jalur perdagangan di Eropa abad pertengahan.

Menurut para peneliti, abu dan gas yang dilepaskan akibat letusan menyebabkan penurunan suhu ekstrem selama beberapa tahun. Hal itu membuat kelaparan akibat hasil panen yang buruk di wilayah Mediterania. Guna mengatasi kelaparan, Italia memutuskan mengimpor gandum dari kawasan sekitar Laut Hitam.

Perdagangan itu menjadi jalur masuknya kutu pembawa Yersinia pestis ke Eropa. Yersinia pestis ialah bakteri penyebab wabah pes.

Peneliti dari University of Cambridge, Dr Ulf Büntgen, mengatakan kombinasi perubahan iklim, kerawanan pangan, dan mobilitas perdagangan menciptakan kondisi ideal penyebaran penyakit. “Meskipun kebetulan faktor-faktor yang berkontribusi pada Black Death tampak jarang, probabilitas penyakit zoonosis muncul di bawah perubahan iklim dan berkembang menjadi pandemi kemungkinan meningkat dalam dunia yang terglobalisasi,” ujarnya. Ia menambahkan, “Hal ini sangat relevan mengingat pengalaman kita baru-baru ini dengan covid-19.”

Wabah Black Death melanda Eropa pada 1348-1349 dan menewaskan hingga setengah populasi. Wabah yang diperkirakan yang terbawa dari perdagangan asal Asia Tengah itu diyakini ilmuwan disebabkan bakteri yang dibawa hewan pengerat liar dan kutu. 

Para peneliti asal University of Cambridge dan Leibniz Institute for the History and Culture of Eastern Europe (GWZO), mencoba memahami rangkaian peristwa yang membawa penyakit itu ke Eropa menggunakan data cincin pohon dan inti es. 

Hasilnya menunjukan adanya penurunan suhu yang tajam akibat aktivitas vulkanik. Penurunan suhu itu mengakibatkan gagal panen di berbagai wilayah, terutama Mediterania. Hal itu memaksa Italia melakukan perdagangan gandum dari luar wilayah mereka.

Dr Martin Bauch, sejarawan iklim abad pertengahan dari GWZO, menyebut peristiwa ini sebagai benturan antara kondisi iklim ekstrem dan sistem ketahanan pangan yang rumit. “Selama lebih dari satu abad, negara-kota Italia membangun jalur perdagangan jarak jauh yang memungkinkan mereka mencegah kelaparan,” katanya. “Namun pada akhirnya, sistem itu secara tak sengaja memicu bencana yang jauh lebih besar.”

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Communications Earth & Environment. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya