Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Perkembangan Pesat AI Hadirkan Tantangan Baru Etika dan Keamanan Digital

Indrastuti
03/12/2025 17:16
Perkembangan Pesat AI Hadirkan Tantangan Baru Etika dan Keamanan Digital
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERKEMBANGAN pesat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), big data, dan sistem informasi membawa perubahan besar pada berbagai sektor kehidupan, sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait tata kelola data, keamanan, dan etika digital.

Untuk itu, perlu ruang kolaborasi dan berbagi gagasan untuk mendorong kemajuan teknologi yang berkelanjutan. “Konferensi internasional ini mencerminkan komitmen kuat kami untuk memperluas kerja sama riset dan menghadirkan inovasi berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Teknologi seperti AI dan big data bukan hanya tren, tapi fondasi penting bagi transformasi digital dan kemajuan ilmu pengetahuan,” kata Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nasional (Unas) Prof Ernawati Sinaga dalam The 1st International Conference on Emerging Trends in Information Systems and Informatics (Icetisi 2025), di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Menurut dia, dengan tema Connected Intelligence: Harnessing Big Data and Smart Informatics, konferensi ini sangat relevan dalam menjawab tantangan tersebut.

"Ini menjadi bukti kesiapan perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis dalam ekosistem riset teknologi global," ucapnya.

Dekan Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) Unas Agung Triayudi menyampaikan Icetisi 2025 merupakan wujud komitmen fakultas dalam mendorong riset berkualitas, praktik ilmiah yang bertanggung jawab, serta inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

FTKI menyoroti tiga fokus utama konferensi, yaitu keunggulan riset yang mengedepankan metodologi ilmiah, tata kelola dan etika digital yang kuat, serta solusi teknologi yang dapat diterapkan secara nyata. “Kami mengajak peserta menjadikan konferensi ini sebagai ajang penguatan jejaring akademik,” katanya.

Pada kesempatan sama, Ketua Panitia Icetisi 2025 Panca Dewi Pamungkasari menjelaskan Icetisi 2025 kali ini menggambarkan pentingnya sistem cerdas dan pemanfaatan data dalam pembangunan teknologi masa depan.

“Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi industri untuk bertukar gagasan dan temuan terbaru. Kami percaya diskusi ini menghasilkan kolaborasi baru dan wawasan yang berdampak bagi perkembangan sistem informasi dan informatika,” ungkapnya.

Ia berharap konferensi ini menjadi fondasi kuat bagi penyelenggaraan konferensi internasional tahunan Unas selanjutnya serta memperluas kontribusi kampus dalam ekosistem riset teknologi informasi global.

Kegiatan ini mengundang pembicara utama yaitu Chin Vun Jack dari Malaysia. Dalam materinya, Chin Vun Jack menyampaikan saat ini sekitar 3.000 panel surya dipasang setiap menit di seluruh dunia, angka yang menunjukkan pertumbuhan pesat pemanfaatan energi terbarukan ini. “Jumlah tersebut setara dengan kapasitas untuk menyediakan listrik bagi sekitar 200 rumah tangga, menandakan betapa cepat dan masifnya adopsi teknologi solar PV secara global,” ujarnya.

Selain itu, Icetisi 2025 menghadirkan pembicara dari beberapa negara yaitu Prof Shinichi Shirakawa dari Jepang, Prof Yifan Chen dari Tiongkok, serta sejumlah pembicara dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya