Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pemberdayaan Perempuan Pra-Lansia dan Lansia melalui Inovasi Nugget Lele-Wortel di Desa Mejono

Syarief Oebaidillah
02/12/2025 16:17
Pemberdayaan Perempuan Pra-Lansia dan Lansia melalui Inovasi Nugget Lele-Wortel di Desa Mejono
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Perempuan pra-lansia dan lansia di Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri,Jawa Timur, kini memiliki keterampilan baru yang dapat meningkatkan kemandirian pangan dan ekonomi keluarga.  Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) menghadirkan inovasi nugget lele-wortel yang sehat, lembut, dan cocok untuk kebutuhan gizi usia lanjut. Program ini menjadi angin segar bagi warga, khususnya kelompok Posyandu “Melati 2”, yang selama ini ingin memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi olahan bernilai tambah.

Kegiatan pemberdayaan ini dilaksanakan pada Juli hingga Oktober 2025 melalui sesi sosialisasi kelompok dan pendekatan door-to-door. Program ini mendapat dukungan pendanaan dari skema Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui sistem BIMA Batch 3 oleh Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Selain itu, kegiatan merupakan bagian dari program KKN yang dibimbing oleh drh. Gretania Residiwati, M.Si., Ph.D., dan drh. Habib Saiful Arif Tuska, M.Si., yang turut memastikan keberlangsungan edukasi di lapangan.

Melalui keteranganya yang diterima hari ini,Ketua Tim KKN, drh. Gretania Residiwati, mengutarakan pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengolah ikan lele menjadi produk yang bergizi dan memiliki nilai ekonomi.

“Nugget lele-wortel ini kami perkenalkan sebagai alternatif pangan sehat yang mudah dibuat dan cocok untuk lansia karena teksturnya lembut dan kaya nutrisi,” ungkap drh. Gretania.

Produk nugget ini merupakan modifikasi dari nugget konvensional, diperkaya dengan wortel sebagai sumber vitamin A dan serat, serta menggunakan daging lele yang tinggi protein dan rendah kolesterol. Proses pembuatannya juga dirancang tanpa bahan pengawet maupun aditif sintetis agar aman dikonsumsi oleh usia lanjut.

Selama program, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang pada lansia, cara memilih lele berkualitas, hingga penerapan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) dalam pengolahan pangan. Pelatihan dilakukan melalui presentasi, diskusi interaktif, demonstrasi langsung, hingga praktik pembuatan nugget dari tahap penggilingan, pencampuran, pencetakan, pengukusan, hingga penggorengan.

Seluruh anggota Posyandu “Melati 2” yang dipimpin  Ibu Winarsih menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif.
“Kami sangat senang dengan pelatihan ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dengan dukungan peralatan dan pelatihan tambahan, termasuk pemasaran,” ujar  Winarsih.

Kepala Desa Mejono melalui perwakilannya, Ibu Susiani, turut hadir dan memberikan apresiasi.
“Pemberdayaan seperti ini penting untuk memperkuat peran perempuan, memperluas wawasan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Olahan nugget lele-wortel ini juga berpotensi menjadi produk unggulan desa,” ungkapnya.

Pemanfaatan Teknologi Chopper

Dalam proses pelatihan, tim KKN juga mengenalkan penggunaan chopper sebagai teknologi pendukung yang berperan penting dalam pembuatan nugget lele-wortel. Alat ini digunakan untuk menggiling daging lele hingga mencapai tekstur yang halus dan seragam, sehingga hasil olahan lebih lembut dan mudah dikonsumsi oleh lansia. Penggunaan chopper tidak hanya mempercepat proses produksi juga meningkatkan konsistensi kualitas adonan nugget. Melalui demonstrasi langsung, peserta dilatih cara mengoperasikan, merawat, dan membersihkan chopper dengan benar agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga maupun usaha kecil. Kehadiran teknologi sederhana tetapi efektif ini membuka peluang bagi warga untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperbesar potensi usaha olahan pangan lokal.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kapasitas perempuan pra-lansia dan lansia dalam mengolah pangan lokal sekaligus menerapkan pola makan sehat. Selain membuka peluang usaha rumahan (home industry), inovasi nugget lele-wortel juga memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Mejono.

Dengan keterampilan baru yang telah diperoleh, warga kini memiliki bekal untuk lebih produktif dan percaya diri. Pendampingan berkelanjutan dari pihak akademisi dan pemerintah desa diharapkan dapat memperluas dampak positif program ini di masa mendatang.

Tim KKN FKH UB juga menyampaikan apresiasi  kepada Pendanaan PKM BIMA Dikti Batch 3 atas dukungan dan fasilitasi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Diharapkan sinergi ini dapat terus terjalin untuk bersama-sama membangun negeri, khususnya melalui program-program pengmas yang berkelanjutan dan berdampak nyata. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya