Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
INTRESSE resmi meluncurkan Intresse x Sandiaga Uno Collection dalam acara yang digelar di Seibu, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Sabtu (29/11).
Peluncuran ini memperkenalkan rangkaian koleksi kolaborasi yang mengangkat wastra dan budaya Nusantara, sekaligus menegaskan komitmen pada pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, serta keberlanjutan.
Acara dibuka dengan penayangan video yang menampilkan perjalanan kolaborasi tersebut. Melalui visual, penonton diajak menyelami visi dan semangat yang melandasi kolaborasi.
Antara lain, mencintai wastra Nusantara, memberdayakan perempuan, dan mendorong UMKM agar naik kelas.
Setelah itu, sesi talkshow bertema 'Perempuan Berdaya, UMKM Naik Kelas, Indonesia Melaju' menghadirkan diskusi mengenai bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat membuka akses pasar, mendorong inovasi, serta menciptakan dampak nyata bagi pelaku UMKM.
Sandiaga Uno menegaskan kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan sebuah koleksi fesyen, melainkan sebuah gerakan sosial. Menurutnya, fesyen harus memiliki tujuan yang lebih luas.
"Kualitas boleh dunia, tapi dampaknya harus terasa di rumah sendiri," ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11).
Ia berharap kolaborasi ini dapat membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, 60% di antaranya digerakkan perempuan dan menginspirasi pelaku usaha lokal untuk terus berkembang.
Dari perspektif industri, Handaka Santosa dari MAP Group menyebut Intresse bukan hanya merek dengan produk elegan, melainkan juga sebuah cerita yang hidup.
Ia menjelaskan untuk dapat tampil di ruang premium seperti Seibu, sebuah brand harus memenuhi tiga pilar penting, yakni kualitas tinggi, kesiapan pasokan, dan cerita yang otentik.
Di samping itu, kemampuan merek dalam mengomunikasikan nilai dan identitasnya menjadi faktor krusial.
Menurutnya, Intresse telah menunjukkan kesiapan itu dari disiplin produksi hingga kepercayaan diri sebagai brand lokal yang kuat.
Di balik Intresse, hadir Fanny Kurniawan yang memandang fesyen sebagai jembatan pemberdayaan.
Ia menggandeng Sandiaga karena kesamaan nilai, yakni kepercayaan pada kekuatan perempuan, artisan lokal, dan dampak sosial.
Koleksi yang ditampilkan merupakan hasil karya para ibu penjahit binaan Intresse, termasuk kisah inspiratif Ibu Mia dari Tasikmalaya.
Dari satu mesin bordir, ia kini mengelola empat mesin dan mempekerjakan sekitar 50 karyawan.
“Mulai dari langkah kecil saja. Jangan takut mencoba,” pesannya.
Acara ditutup dengan trunk show yang menampilkan interpretasi modern tenun dan bordir Sumatra, menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat dihidupkan dalam desain yang relevan dan elegan untuk penggunaan sehari-hari.
Kolaborasi ini merupakan bagian ketiga dari tema besar Intresse ‘Noesantara’, yang menjadi perjalanan menuju peringatan 25 tahun brand tersebut.
Filosofinya menjadikan fashion sebagai sarana pemberdayaan perempuan, memajukan UMKM, dan mengangkat karya lokal Indonesia ke panggung yang lebih luas. (E-4)
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong peningkatan peran perempuan dalam penguatan ekonomi daerah melalui kerja sama strategis
Program ini merupakan ruang pertumbuhan bagi siapapun yang ingin membangun karier dengan tetap memiliki fleksibilitas dalam menjalani rutinitas.
Di tengah tekanan ekonomi, perempuan Indonesia bangkit melalui sektor UMKM. Program pendampingan terpadu terbukti mampu tingkatkan pendapatan hingga 45%.
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Surabaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved