Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Di Tengah Banjir Mematikan, Publik Kembali Mengenang Ketegasan dan Pengabdian Sutopo Purwo Nugroho

Muhammad Ghifari A
02/12/2025 11:48
Di Tengah Banjir Mematikan, Publik Kembali Mengenang Ketegasan dan Pengabdian Sutopo Purwo Nugroho
Sutopo Purwo Nugroho. (klikdokter)

INDONESIA kembali dihantam bencana hidrometeorologi dahsyat. Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami banjir bandang dan longsor yang mengakibatkan ratusan jiwa melayang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban jiwa mencapai 593 orang yang tersebar di Sumatra Utara (272 jiwa), Sumatra Barat (165 jiwa), dan Aceh (156 jiwa), serta 468 orang hilang. Lebih dari 1,5 juta jiwa terdampak dan 27.000 rumah rusak di beberapa daerah. 

Permintaan maaf dari Kepala BNPB, Letjen Suharyanto saat meninjau lokasi banjir di Tapanuli Selatan, Minggu (30/11/2025), menjadi sorotan. Netizen pun menyebutkan kerinduan mereka ke sosok Sutopo Purwo Nugroho

Sutopo yang menjabat sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat (Pusdatinmas) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), posisi yang ia jalani sejak November 2010 hingga akhir hidupnya.

Komitmen dan Perjuangan Melawan Kanker

Sutopo menunjukkan komitmen yang tinggi dalam pekerjaannya. Bahkan saat ia sedang berjuang menghadapi kanker paru-paru stadium lanjut yang terdiagnosis pada awal tahun 2018. 

Walaupun kondisi fisiknya semakin menurun, ia tetap hadir sepenuhnya. Ia  memberikan informasi mengenai penanganan bencana alam secara tepat dan transparan kepada media serta masyarakat.

Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho wafat pada Minggu, 7 Juli 2019, sekitar pukul 02. 20 waktu Guangzhou, Tiongkok. Ia menghembuskan nafas terahirnya saat menjalani perawatan di Saint Stamford Modern Cancer Hospital.

Penghargaan dan Warisan

Ketahanan serta profesionalismenya membuat Sutopo mendapatkan banyak penghargaan di dalam dan luar negeri. Apalagi saat memberikan informasi penting meski dalam kondisi sakit.

Media internasional juga memberikan perhatian pada dedikasinya. Salah satu kutipannya yang terkenal dan memberikan inspirasi adalah, "Makna hidup bukan ditentukan panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita bermanfaat bagi sesama selama hidup." 

Sutopo akan dikenang sebagai "pahlawan kemanusiaan" yang menjadi contoh bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Di mana pengabdiannya yang tanpa henti.

Selama kariernya, Sutopo mendapatkan puluhan penghargaan. Di tingkat nasional, ia meraih Bintang Jasa Pratama dari Presiden RI, Anugerah ASN Inspiratif, dan Penghargaan Tokoh Perubahan dari Republik. 

Di tingkat internasional, media seperti BBC, CNN, The Guardian, dan Al Jazeera menyebutnya sebagai “wajah dari badan penanggulangan bencana Indonesia” yang tetap berani menghadapi kematian. Pada 2019, ia juga dinyatakan sebagai salah satu dari “100 Informasi Publik Terbaik Dunia” versi UNESCO.

Figur Sutopo juga diabadikan lewat buku biografi berjudul Sutopo Purwo Nugroho: Terjebak Nostalgia yang diterbitkan pada bulan September 2019.

Di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi karena perubahan iklim, nama Sutopo kembali sering diingat setiap akhir tahun. Ia mengingatkan kita bahwa pengabdian bukan hanya tentang posisi ataupun kesehatan yang baik, tetapi tentang tanggung jawab hingga detik terakhir. (BNPB/BPBD/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik