Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBANYAKAN orang hanya menganggap flu sebagai penyakit ringan yang menyebabkan batuk, demam, dan badan lemas. Namun, mengutip dari laman Neuro Health, penyakit yang sering menyebabkan hidung tersumbat ini ternyata memiliki dampak lebih dari itu.
Flu ternyata tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi otak. Para ahli menyebutkan ada beberapa cara virus flu dapat mengganggu sistem saraf dan berdampak pada kemampuan berpikir seseorang.
Di tengah kondisi cuaca hujan dan aktivitas yang lebih banyak dilakukan di dalam ruangan, penting untuk menjaga kebersihan, mencuci tangan secara rutin, dan mendapatkan vaksin flu untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit. Lantas, seberapa berpengaruh flu terhadap otak?
Banyak orang mengenal istilah brain fog saat pandemi COVID-19. Tapi kondisi ini juga bisa terjadi akibat flu. Saat tubuh melawan virus, muncul protein peradangan yang dapat menurunkan fungsi kognitif. Gangguan ini bahkan bisa berlangsung beberapa minggu setelah gejala flu lainnya hilang.
Flu dapat menyebabkan peradangan pada telinga bagian dalam, yang dikenal dengan labirinitis. Kondisi ini memicu rasa pusing, tekanan pada telinga, penglihatan buram, hingga vertigo. Bila terjadi, pasien dapat mengalami kesulitan menjaga keseimbangan dan fokus.
Infeksi flu juga dapat menyebabkan peradangan pada saraf vestibular di telinga, yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh. Gejalanya meliputi vertigo, mual, tinnitus, kesulitan berkonsentrasi, dan gangguan pendengaran sementara.
Penelitian menunjukkan bahwa flu bisa memicu peradangan di sistem saraf pusat yang menyebabkan gangguan memori ruang (spatial memory) dan masalah fungsi kognitif lainnya. Dalam beberapa kasus, ini dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan otak.
Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi-kondisi tersebut dapat diobati. Para ahli menggunakan pemeriksaan khusus seperti videonistagmografi (VNG) dan dynamic posturography untuk menentukan lokasi peradangan dan menyusun terapi yang sesuai.
Namun, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Vaksin flu musiman sangat dianjurkan, terutama karena kasus flu biasanya memuncak pada Februari dan dapat berlangsung hingga musim kemarau.
Anda juga sangat disarankan menjaga kebersihan, menghindari aktivitas ketika sedang sakit, dan mengikuti anjuran kesehatan dari otoritas medis setempat.
Sumber: Neuro Health.
Pernah tiba-tiba kehilangan fokus saat bekerja, lupa apa yang mau dikerjakan, atau pikiran terasa “berkabut”?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved