Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto kaget ketika mengetahui ada mahasiswa yang mengantongi Rp600 ribu sampai Rp400 untuk makan selama sebulan. Hal itu ia ceritakan ketika berkesempatan berkunjung Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk menghadiri Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025. Ia memilih untuk sarapan di kantin kampus pukul 07.00 WIB.
Pada saat itu, ia juga bertemu dan menyapa mahasiswa yang juga sedang sarapan sebelum jam masuk mata kuliah pertama. Dalam perbincangan sederhana dengan mahasiswa, Brian sempat bertanya kepada mahsiswa berapa uang makan dalam sebulan.
"Tadi saya sempat makan di kantinnya UNESA jam 07.00 pagi, saya ketemu mahasiswa ada yang satu bulan Rp400 ribu, saya tanya, Dek berapa satu bulan? Rp600 ribu, ada yang Rp400 ribu, saya lihat luar biasa," ungkap Brian dalam acara KPPTI 2025, Rabu (19/11).
Ia membandingkan banyak orang yang untuk sekali makan sudah menghabiskan Rp100 ribu. Sementara mahasiswa tersebut hanya mengantongi Rp400 ribu untuk makan satu bulan.
"Satu bulan, saya yakin bapak ibu disini mungkin sekali makan Rp100 ribu satu kali, ini cuman 4 kali makan Rp400 ribu satu bulan," katanya.
Meski begitu ia sangat yakin akan tekad dan semangat yang terbentuk dari dalam diri mahasiswa tersebut.
"Oleh karena itu saya juga mengajak, marilah kita terus menerus memperkuat sisi sosial kita, tidak boleh ada talenta unggul kita yang tertinggal, setiap potensi harus kita beri kesempatan untuk tumbuh dan menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju negara maju," ungkapnya.
Oleh karena itu ia juga mengajak kepada kampus di Indonesia untuk terus mengajak anak-anak yang tidak mampu untuk berkuliah.
"Saya yakin sekali itu adalah kebaikan amal jariah yang sangat luar biasa. Saya yakin sekali ketika suatu kampus bisa mengajak anak-anak seperti itu maka saya yakin kampus itu justru akan jauh mendapatkan berbagai kemudahan," ujar Brian.
Brian juga menjamin bahwa kampus yang selalu membantu anak-anak dari keluarga ekonomi belum beruntung untuk kuliah maka perguruan tinggi juga akan mendapat banyak kemudahan.
"Jadi jangan khawatir dan jangan terlalu banyak hitungan untuk membantu orang-orang seperti itu Langsung saja dibantu, langsung saja diajak, pasti tidak akan bangkrut kampus. Di satu sisi kampus menjadi garda lokomotif terdepan tetapi di sisi lain kita terus menyapu, mengajak, memberdayakan anak-anak yang kurang mampu," pungkasnya. (H-4)
Peluang dan pelatihan bagi penyandang disabilitas harus dibuka seluas-luasnya tanpa membatasi jenis disabilitas.
FORUM Rektor Indonesia (FRI) akan menggelar Deklarasi Pemilu Damai di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu (3/2) malam,
Andap mendapatkan gelar doktor kehormatan atas jasanya dalam mengembangkan bidang ilmu teknologi kinerja untuk mendukung penerapan tata nilai organisasi.
Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya memiliki beberapa perguruan tinggi atau universitas yang berkualitas.
Prof Azizah mengatakan bahwa kerja sama dengan Saekyung University meliputi pengembangan dan penguatan akademik dan pendidikan bagi kedua lembaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved