Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Penelitian Ungkap Kedipan Mata Manusia Bergerak Mengikuti Irama Musik

Thalatie K Yani
20/11/2025 12:41
Penelitian Ungkap Kedipan Mata Manusia Bergerak Mengikuti Irama Musik
Ilustrasi(freepik)

BANYAK orang secara alami bereaksi terhadap musik tanpa sadar. Ketukan yang stabil dapat mengubah postur, langkah, bahkan suasana hati. Kini, studi terbaru mengungkap reaksi halus lainnya, kedipan mata manusia ternyata bergerak mengikuti irama musik.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan mendalam antara pendengaran, gerakan, dan perhatian. Efek kecil pada kedipan mata tersebut mengungkap bagaimana otak mengatur waktu secara internal.

Kedipan yang Selaras dengan Musik

Penelitian yang dipimpin Yi Du dari Chinese Academy of Sciences melibatkan lebih dari 100 dewasa muda tanpa pelatihan musik formal. Mereka mendengarkan musik klasik dengan tempo stabil, sementara peneliti mencatat kedipan spontan dan aktivitas otak.

Hasilnya, kedipan peserta mulai selaras dengan ketukan musik. Aktivitas otak pun menunjukkan pola yang mengikuti ritme. Temuan ini menunjukkan adanya peta waktu internal dalam otak.

Peta ini membantu otak melacak ketukan dan menyusun waktu. Sinkronisasi kedipan membuktikan bahwa peta tersebut mengalir hingga ke gerakan kecil yang tidak disadari.

Peta Waktu dalam Sistem Saraf

Studi tersebut menemukan hubungan antara sinkronisasi kedipan dan jalur materi putih yang menghubungkan sistem pendengaran dan motorik. Variasi struktur jalur ini berbeda pada tiap peserta. Mereka yang memiliki jalur lebih kuat menunjukkan sinkronisasi kedipan lebih tinggi, serta pola aktivitas otak yang lebih tajam mengikuti ketukan.

Peneliti menyimpulkan bahwa ritme tidak hanya bergantung pada kontrol otot, tetapi juga pada sinyal internal dan struktur saraf.

Bagaimana Musik Mengatur Kedipan

Untuk memahami peran perhatian, tim mencoba memecahkan sinkronisasi tersebut. Musik diputar terbalik, kedipan tetap selaras. Musik diganti dengan satu nada berulang pada tempo sama, kedipan tetap mengikuti irama.

Namun saat peserta diberi tugas visual, seperti mengamati titik merah, sinkronisasi hilang. Perhatian yang teralihkan membuat ritme internal melemah.

“Kami menemukan kedipan mata spontan mengikuti ketukan musik, bahkan tanpa instruksi untuk bergerak, mengungkap hubungan tersembunyi antara pendengaran dan sistem okulomotorik,” kata Yi Du.

Gerakan Kecil, Proses Otak yang Kompleks

Sinkronisasi kedipan memperlihatkan bagaimana gerakan kecil mencerminkan proses otak yang kompleks. Meski jarang disadari, kedipan membawa informasi tentang waktu, fokus, dan koordinasi internal.

Peserta dengan pola waktu internal lebih tajam menunjukkan sinkronisasi yang lebih kuat. Aktivitas otak mereka mengikuti perubahan ketukan secara jelas.

“Karena kedipan mudah diukur, perilaku ini menawarkan jendela sederhana untuk memahami pemrosesan ritme, dan suatu hari dapat mendukung skrining klinis untuk kesulitan terkait ritme,” ujar Yi Du.

Implikasi dan Arah Riset Selanjutnya

Temuan ini membuka kemungkinan penggunaan kedipan sebagai alat sederhana untuk mengamati kualitas timing seseorang, tanpa perangkat rumit. Penelitian lanjutan dapat meninjau bagaimana kemampuan ini berkembang sejak usia dini.

“Yang paling mengejutkan adalah betapa konsisten gerakan kecil seperti kedipan dapat mengikuti ketukan, aksi kecil yang mengungkap koordinasi mendalam antara pendengaran dan gerak,” kata Du.

“Saya senang bahwa sinyal sederhana dan non-invasif seperti kedipan dapat menjadi jendela studi ritme di luar laboratorium.”

Penelitian ini memperluas pemahaman tentang bagaimana otak memadukan pendengaran dan tindakan. Hal itu menunjukkan mekanisme waktu dalam otak dapat terlihat dari gerakan sehari-hari yang hampir tidak kita sadari. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik