Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

25 Puisi Kemerdekaan Karya Sastrawan Terkenal: Inspirasi Perjuangan Bangsa Indonesia yang Menggugah Semangat

Wisnu Arto Subari
18/11/2025 22:05
25 Puisi Kemerdekaan Karya Sastrawan Terkenal: Inspirasi Perjuangan Bangsa Indonesia yang Menggugah Semangat
Ilustrasi.(Freepik)

Puisi kemerdekaan selalu menjadi cara indah untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Karya-karya sastrawan terkenal ini penuh makna, membangkitkan rasa cinta tanah air di hati kita.

Saat merayakan 17 Agustus, baca puisi-puisi ini untuk merasakan semangat kemerdekaan yang abadi.

Mengapa Puisi Kemerdekaan Penting untuk Generasi Muda?

Puisi kemerdekaan bukan sekadar kata-kata indah. Ia seperti api yang menyala, mengingatkan kita pada darah dan air mata para pejuang. Melalui sajak ini, kita belajar nasionalisme dan persatuan.

Bagi siswa sekolah, puisi kemerdekaan bisa jadi bacaan favorit di lomba 17 Agustus. Mari kita jelajahi 25 karya hebat dari penyair Indonesia.

Baca juga : Lima Rekomendasi Film Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Daftar 25 Puisi Kemerdekaan Terpilih

Berikut kumpulan puisi kemerdekaan dari sastrawan legendaris. Setiap puisi dipilih karena pesannya yang sederhana tapi dalam, cocok dibaca oleh siswa kelas 7-8.

1. Aku - Chairil Anwar

Jika sampai wafatku tak sempat melihat Indonesia merdeka
Maka negara ini hanya mimpi yang kandas
Aku ingin hidup seribu tahun lagi!

2. Indonesia Merdeka - Chairil Anwar

Sederhana dan murni
Impian remaja
Hikmah kehidupan berNusa berBangsa berBahasa
Kewajaran napas dan degup jantung

Baca juga: Makna Kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia

3. Diponegoro - Chairil Anwar

Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
Kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini

4. Kenanglah - Taufiq Ismail

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan

5. Malu Aku Jadi Orang Indonesia - Taufiq Ismail

Perut kenyang, mata merem, orang tak berani menatap
Malu aku jadi orang Indonesia
Biar kutinggalkan negeri ini dengan tangan gemetar

6. Guruku - Taufiq Ismail

Guruku, jendela angan hatiku
Kau tunjukkan dunia luas dan indah
Kau ajarkan arti kemerdekaan sejati

Baca juga: Penjelasan Perbedaan de Facto dan de Jure, Pengakuan Kedaulatan Kemerdekaan RI

7. Potret Guru - Taufiq Ismail

Selama hidupku kuhormati dia
Walaupun dia telah tiada
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa

8. Sajak Seorang Tua tentang Bandung - W.S. Rendra

Di kota Bandung, api perjuangan menyala
Mereka membakar diri demi kemerdekaan
Semangat itu abadi, takkan padam

Baca juga: 10 Negara Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia

9. Guruku - W.S. Rendra

Guruku, kau seperti matahari pagi
Menerangi jalan gelap menuju cahaya merdeka
Terima kasih atas pelajaranmu

10. Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damono

Hujan bulan Juni tak menggigil
Seperti kemerdekaan yang datang pelan
Tapi basah membasahi jiwa kita semua

Baca juga: Puisi Ayah untuk Hari Ayah Nasional 12 November

11. Aku - Sapardi Djoko Damono

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku akan tetap merdeka

12. Semangat yang Membara - Sitor Situmorang

Di tepi danau, angin berbisik cerita
Tentang perjuangan yang tak kenal lelah
Indonesia bangkit, merdeka selamanya

Baca juga: Pengertian Rima dalam Puisi serta Jenis dan Contoh

13. Pertempuran - Sitor Situmorang

Salju di Paris, tapi hati di Jakarta
Pertempuran demi bendera merah putih
Kami bertarung untuk generasi mendatang

14. Cahaya di Langit Merdeka - Penyair Anonim (Tema Perjuangan)

Cahaya di langit merdeka
Menyinari mimpi anak bangsa
Dari kegelapan penjajahan
Kita bangun negeri impian

Baca juga: Lima Puisi Cinta Allah Sufi Wanita Rabiah Al-Adawiyah

15. Janji di Ujung Bendera - Penyair Anonim (Tema Nasionalisme)

Di ujung bendera, janji kita berkibar
Takkan pudar warna merah darah pahlawan
Bersatu kita jaga kemerdekaan ini

16. Negeri yang Kita Rangkai Ulang - Penyair Anonim (Tema Harapan)

Negeri yang kita rangkai ulang
Dari puing perjuangan lama
Masa depan cerah, tangan bergandeng

Baca juga: Contoh Puisi Kartini yang Singkat dan Menyentuh Hati

17. Aku Rindu Sawah dan Langit Nusantara - Penyair Anonim (Tema Cinta Tanah Air)

Aku rindu sawah dan langit Nusantara
Tempat lahirnya semangat merdeka
Cinta ini takkan pernah pudar

18. Cinta yang Tak Pernah Dijajah - Penyair Anonim

Cinta yang tak pernah dijajah
Mengalir di nadi setiap anak bangsa
Untuk Indonesia yang abadi

Baca juga: Puisi Rakyat Suara Rakyat dalam Sastra

19. Tanah Ini Tempatku Kembali - Penyair Anonim

Tanah ini tempatku kembali
Setelah pergi jauh mencari ilmu
Kemerdekaan adalah rumah abadi

20. Bunga untuk Indonesia - Penyair Anonim

Bunga untuk Indonesia tercinta
Mekar di taman perjuangan
Wangi harum, penuh makna

21. Di Dadamu Ada Rumahku - Penyair Anonim

Di dadamu ada rumahku
Indonesia, tanah airku
Peluk hangat kemerdekaan

22. Sejarahmu Terus Terkenang - Penyair Anonim

Sejarahmu terus terkenang di ingatanku
17 Agustus saksi bisu hari kebebasanku
Pahlawan bertaruh keras pertahankan keutuhanmu

23. Indonesia Kini Merdeka - Penyair Anonim

Indonesia kini merdeka
Berkibarnya sang merah putih bawa napas lega
Tanpa nestapa, air mata berderai

24. Merah Darahmu Menggelora - Penyair Anonim

Merah darahmu menggelora
Semangat juangmu membara
Tak pernah padam meski berkorban nyawa

25. Menatap Merah Putih - Penyair Anonim

Menatap merah putih adalah perlawanan
Melawan angkara murka penindas
Berkibarlah terus dalam kemenangan

Cara Menikmati Puisi Kemerdekaan Ini

Baca puisi kemerdekaan ini dengan hati terbuka. Bagikan di media sosial atau bacakan di acara sekolah. Puisi ini mengajarkan kita untuk jaga kemerdekaan dengan ilmu dan persatuan.

Kesimpulan: Wariskan Semangat Perjuangan

Puisi kemerdekaan dari sastrawan terkenal adalah harta berharga. Mereka mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan akhir, tapi awal perjuangan baru.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya