Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Telah Mengerdilkan Profesi Ahli Gizi

Despian Nurhidayat
18/11/2025 07:15
Pernyataan Wakil Ketua DPR RI  Cucun Ahmad Syamsurijal Telah Mengerdilkan Profesi Ahli Gizi
Ilustrasi(ANTARA/FAKHRI HERMANSYAH)

MENYOAL pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal yang menyebut MBG tidak perlu ahli gizi, Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Timur Tengah (PDITT), dr. Iqbal Mochtar, menegaskan bahwa hal yang diutarakan tersebut sangat tidak tepat. 

“Kalau kita ingin profesional, maka selayaknya ahli gizi itu dilibatkan di dalam program ini. Kenapa? Karena program ini kan memang tujuannya meningkatkan status gizi masyarakat, terutama yang memang kelompok rentan itu dan untuk meningkatkan status gizi ini diperlukan ilmu dan praktis, itu hanya dipahami oleh orang yang memang berkecimpung di bidang gizi ini. Jadi peranan dari ahli gizi itu sangat penting di dalam program ini,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Senin (17/11). 

Lebih lanjut, dr. Iqbal menambahkan bahwa dengan hadirnya ahli gizi dalam program MBG dapat mengawasi, merumuskan, menyusun daftar menu yang memenuhi kriteria standar gizi, dan banyak hal lagi yang dapat dilakukan. 

“Kalau kita berpikir bahwa kegiatan MBG ini hanya bisa ditangani oleh lulusan SMA yang dilatih selama beberapa bulan, maka saya kira ini mengerdilkan peran dari sebuah profesi atau ilmu pengetahuan. Itu tidak sesederhana itu,” tegas dr. Iqbal. 

Dia menekankan, jangan dianggap bahwa masalah gizi ini masalah sepele karena masyarakat tiap hari makan secara teratur atau punya kebiasaan untuk menggabung beberapa makanan dan sebagainya.

“Ini tidak sesimpel itu. Jadi masalah gizi ini merupakan sebuah masalah yang krusial dan memang harus didudukkan pada tempat yang tepat. Jadi jangan pandang enteng bahwa kita tidak memerlukan sarjana gizi,” tuturnya. 

Secara terpisah, Dokter dan ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen, menegaskan bahwa pernyataan dari Wakil Ketua DPR tersebut mencerminkan bahwa dia tidak memahami pentingnya profesi ahli gizi. 

“Sebetulnya sudah jelas ngaco kan. Artinya dia tidak paham profesi ahli gizi. Ibarat pilot diganti dengan petugas darat yang dilatih simulasi 3 bulan tau-tau menerbangkan pesawat,” jelas dr. Tan. 

“Dia juga enggak paham beda jabatan struktural dan fungsional. Pernah mikir enggak, Kepala Puskesmas dan Menkes mungkin saja bukan dokter, tapi mereka tidak berhak menangani pasien di poli. Nah mulai mikir dari situ kenapa ahli gizi enggak bisa diganti jika mau makanan kalian bergizi. Orang yang arogan itu bicara tanpa paham duduk perkaranya,” pungkasnya. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya