Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Soal Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, IDI: Kalau Mau Profesional, Ahli Gizi Harus Dilibatkan Dalam Program MBG

Despian Nurhidayat
18/11/2025 10:22
Soal Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, IDI: Kalau Mau Profesional, Ahli Gizi Harus Dilibatkan Dalam Program MBG
Ilustrasi(ANTARA/FAKHRI HERMANSYAH)

MENYOAL pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal yang menyebut MBG tidak perlu ahli gizi, Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Timur Tengah (PDITT), dr. Iqbal Mochtar, menegaskan bahwa hal yang diutarakan tersebut sangat tidak tepat. 

“Kalau kita ingin profesional, maka selayaknya ahli gizi itu dilibatkan di dalam program ini. Kenapa? Karena program ini kan memang tujuannya meningkatkan status gizi masyarakat, terutama yang memang kelompok rentan itu dan untuk meningkatkan status gizi ini diperlukan ilmu dan praktis, itu hanya dipahami oleh orang yang memang berkecimpung di bidang gizi ini. Jadi peranan dari ahli gizi itu sangat penting di dalam program ini,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Senin (17/11). 

Lebih lanjut, dr. Iqbal menambahkan bahwa dengan hadirnya ahli gizi dalam program MBG dapat mengawasi, merumuskan, menyusun daftar menu yang memenuhi kriteria standar gizi, dan banyak hal lagi yang dapat dilakukan. 

“Kalau kita berpikir bahwa kegiatan MBG ini hanya bisa ditangani oleh lulusan SMA yang dilatih selama beberapa bulan, maka saya kira ini mengerdilkan peran dari sebuah profesi atau ilmu pengetahuan. Itu tidak sesederhana itu,” tegas dr. Iqbal. 

Dia menekankan, jangan dianggap bahwa masalah gizi ini masalah sepele karena masyarakat tiap hari makan secara teratur atau punya kebiasaan untuk menggabung beberapa makanan dan sebagainya.

“Ini tidak sesimpel itu. Jadi masalah gizi ini merupakan sebuah masalah yang krusial dan memang harus didudukkan pada tempat yang tepat. Jadi jangan pandang enteng bahwa kita tidak memerlukan sarjana gizi,” tuturnya. 

Adapun Cucun sudah memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa pernyataan yang beredar merupakan bagian dari diskusi internal ketika membahas usulan perubahan istilah pada struktur program MBG.

“Saya menyampaikan permohonan maaf apabila dinamika pembahasan di dalam ruangan terkait tuntutan aspirasi sempat menjadi konsumsi publik dan dianggap menyinggung profesi ahli gizi,” ungkapnya melalui akun Instagram Cucun Centre. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya