Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Guru Besar Damai dan Resolusi Konflik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama. Hal tersebut disampaikan dalam paparannya berjudul Rekonstruksi Gerakan Kebangsaan pada Musyawarah Kerja (Muker) Aliansi BEM se-Bogor Raya di Bogor, Sabtu (15/11).
Haris menekankan bahwa sejarah pergerakan bangsa tidak dapat dipisahkan dari peran pemuda dan mahasiswa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, revolusi, hingga dinamika politik pada era Presiden Soekarno dan Soeharto, militansi generasi muda selalu menjadi motor perubahan.
“Pemuda dan mahasiswa adalah penggerak perubahan. Namun hari ini, seolah mereka hanya menjadi penonton, bahkan kerap dianggap beban pembangunan,” ujar Haris.
Ia menilai banyak organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan kini terjebak dalam konflik internal dan tidak lagi menjunjung tinggi tradisi musyawarah. Selain itu, proses regenerasi politik dinilai tidak berjalan ideal karena lebih banyak memberi ruang bagi mereka yang memiliki latar belakang keluarga politik dibandingkan yang berangkat dari ideologi atau kapasitas.
“Hal ini melemahkan peran pemuda dan mahasiswa sebagai agen perubahan. Padahal tantangan bangsa saat ini semakin kompleks,” katanya.
Dalam paparannya, Haris mengurai berbagai persoalan nasional yang menurutnya mendesak untuk ditangani dan membutuhkan partisipasi aktif generasi muda.
“Penurunan daya beli, kemiskinan, tingginya pengangguran, korupsi, judi online, narkoba, hingga dominasi ekonomi oligarki harus menjadi agenda perjuangan mahasiswa hari ini,” ujarnya.
Ia juga menyoroti isu lain yang menurutnya harus masuk dalam fokus gerakan kebangsaan generasi muda.
“Saya sangat prihatin terhadap kesenjangan pendidikan, meningkatnya kriminalitas, melemahnya solidaritas sosial, sampai persoalan kekerasan kelompok separatis di Papua yang memakan korban sipil maupun aparat,” tegasnya.
Menurut Haris, berbagai persoalan tersebut tidak dapat dibiarkan berlarut-larut dan memerlukan keterlibatan aktif pemuda serta mahasiswa dalam mendorong perubahan.
“Pemuda dan mahasiswa harus hadir, tidak hanya berpendapat dari jauh. Mereka harus mengambil peran strategis sebagai penggerak perubahan,” tandasnya. (E-3)
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kekuatan Indonesia bertumpu pada kerukunan yang terus dipelihara di tengah masyarakat.
pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama merupakan langkah strategis dan visioner dalam arsitektur kebijakan pendidikan nasional.
Pemutaran film Believe yang mengangkat kisah hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dimanfaatkan sebagai sarana membangun kebangsaan dan nasionalisme.
Di tengah dinamika kebangsaan yang kerap diwarnai ketegangan antara identitas agama dan tenun pluralitas, sebuah pertanyaan fundamental layak kita ajukan kembali.
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Generasi muda, termasuk yang tergabung dalam Karang Taruna, didorong untuk terus terlibat dalam memperkuat sektor ekraf.
Beberapa pemuda terlihat mengacungkan balok dan menghantamkan benda tersebut ke arah mobil yang melintas
PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XX/Tahun 2025 yang memisahkan pemilu nasional dan pemilu lokal dinilai berpotensi mengubah peta demokrasi Indonesia secara drastis.
Prabowo mengajak para pemuda dan pemudi di seluruh tanah air dalam momen Hari Sumpah Pemuda untuk meneladani semangat persatuan yang telah diwariskan oleh para pendahulu bangsa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved