Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Hujan deras, banjir, angin kencang, bahkan gelombang panas dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk itu, penting bagi setiap individu dan keluarga untuk menyiapkan starter kit yang lengkap agar dapat bertahan di tengah cuaca ekstrem.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang starter kit untuk cuaca ekstrem berdasarkan data dan riset yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) dan lembaga terkait, agar Anda dapat menghadapi cuaca ekstrem dengan lebih siap dan aman.
Menurut riset yang dilakukan oleh Kemenkes, perubahan iklim dapat memengaruhi kesehatan manusia melalui berbagai cara, seperti peningkatan kejadian penyakit tular vektor, penurunan kualitas udara dan air, serta peningkatan risiko gangguan kesehatan mental. Oleh karena itu, persiapan dengan membawa peralatan yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko ini.
Berdasarkan data Kemenkes, berikut adalah beberapa barang yang perlu ada dalam starter kit cuaca ekstrem:
Alat yang harus ada: Ponsel, power bank, charger mobil, daftar nomor penting (keluarga, teman, darurat).
Kenapa penting: Komunikasi yang lancar saat terjadi cuaca ekstrem sangat krusial untuk mendapatkan informasi terbaru dan menghubungi bantuan jika diperlukan.
Kemenkes mencatat adanya peningkatan penyakit yang berhubungan dengan perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Beberapa penyakit yang paling umum terkait cuaca ekstrem meliputi:
Berdasarkan riset dan data Kemenkes, cuaca ekstrem dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk kesehatan fisik dan mental. Dengan mempersiapkan starter kit yang sesuai, Anda dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem dan mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi.
Selalu pastikan untuk mengikuti protokol keselamatan dan memantau ramalan cuaca secara rutin. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda dalam mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem yang tak terduga. (Kemenkes/Z-10)
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved