Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kemenag: Pendidikan Hindu Alami Peningkatan dalam Tiga Tahun Terakhir

Ficky Ramadhan
10/11/2025 13:13
Kemenag: Pendidikan Hindu Alami Peningkatan dalam Tiga Tahun Terakhir
Ilustrasi(Dok Kemenag)

DIREKTUR Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama, I Nengah Duija menyampaikan bahwa pendidikan agama Hindu di Indonesia mengalami perkembangan signifikan dalam tiga tahun terakhir, yakni sejak 2023 hingga 2025.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Ditjen Bimas Hindu berhasil mendorong berdirinya berbagai satuan pendidikan Hindu (Widyalaya) di sejumlah daerah. 

"Hingga 2025, tercatat telah berdiri 110 Pratama Widyalaya, 18 Madyama Widyalaya, 10 Adi Widyalaya, 5 Utama Widyalaya, dan 3 Utama Widyalaya Kejuruan di berbagai provinsi," kata Duija dalam keterangannya, Senin (10/11).

Peningkatan kualitas pendidikan juga terlihat dari proses akreditasi. Dari seluruh satuan pendidikan tersebut, 10 Widyalaya telah berstatus A dan 68 berstatus B. Selain itu, Ditjen Bimas Hindu berencana untuk mengajukan penegerian Widyalaya agar dapat dikelola oleh negara.

"Pada tahun 2026 kami akan mengajukan penegerian Widyalaya tingkat pendidikan dasar dan menengah. Jika PMA-nya selesai pada 2025, kami akan segera ajukan usulan tersebut. Pak Menteri juga berharap agar umat Hindu memiliki satuan pendidikan dasar dan menengah negeri yang dikelola oleh negara," ujarnya.

Transformasi pendidikan Hindu juga berlangsung di tingkat perguruan tinggi. Dua institusi, IAHN Gde Pudja Mataram dan IAHN Tampung Penyang Palangkaraya, tengah berproses menuju perubahan status menjadi Universitas Hindu Negeri.

Selain itu, Sekolah Tinggi Hindu Dharma (STHD) Klaten kini resmi menjadi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Jawa Dwipa melalui PMA Nomor 6 Tahun 2024. Sementara STAHN Mpu Kuturan Singaraja telah ditingkatkan menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2025.

"Secara institusi, sudah ada yang memperoleh predikat unggul, dan bahkan 20 program studi telah berstatus unggul. Ini adalah langkah nyata menuju pembangunan SDM Hindu yang unggul," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan mutu tersebut berdampak langsung pada daya saing lulusan perguruan tinggi Hindu.

"Dampaknya, kita bisa membangun kompetisi yang lebih adil bagi para alumni karena sebagai perguruan tinggi, tata kelola kami juga harus mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing dengan perguruan tinggi lainnya," ucapnya.

Lebih lanjut, Duija menjelaskan bahwa pengembangan pendidikan Hindu tidak hanya berfokus pada aspek kelembagaan dan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.

Ia menyebut bahwa empat nilai utama yang menjadi arah pengembangan karakter dalam pendidikan agama Hindu, yaitu Sidi (cerdas), Sida (terampil), Sadu (bijaksana), dan Suda (jujur).

"Keempat nilai tersebut menjadi arah pengembangan karakter di seluruh jenjang pendidikan Hindu, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya