Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi pada musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
"Langkah-langkah kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan memangkas pohon yang rapuh, memeriksa kekuatan bangunan, menyimpan dokumen berharga dan peralatan elektronik penting di tempat yang aman, menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar untuk tiga hari, serta memantau prakiraan cuaca dari sumber yang kredibel," kata Abdul Muhari, Minggu (9/11).
Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam, masyarakat hendaknya bersiap untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman.
BNPB mencatat berbagai peristiwa bencana yang dilaporkan akhir dasarian pertama bulan November 2025, pukul 07.00 WIB.
"Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur beberapa wilayah di Indonesia, menyebabkan banjir dan longsor di Brebes Jawa Tengah, Kota Cilegon di Banten, dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur," pungkasnya. (Iam/M-3)
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
BNPB menegaskan telah melakukan berbagai langkah mitigasi dalam menghadapi bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia akibat hujan ekstrem sejak 22 Oktober 2025.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa pembersihan puing bangunan musala ambruk pondok pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, telah mencapai 80 persen.
BNPB kembali menemukan empat jenazah di reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Jumat (3/10). 54 korban belum ditemukan
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 25 rumah rusak berat, 22 rumah rusak sedang, 12 rumah rusak ringan akibat gempa bumi yang mengguncang Sumenep
Delapan di antaranya merupakan bencana dengan dampak yang signifikan dan didominasi oleh kejadian banjir dan tanah longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved