Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Cek Kesehatan Gratis Selamatkan Gigi Umar

M Ilham Ramadhan Avisena
08/11/2025 03:56
Cek Kesehatan Gratis Selamatkan Gigi Umar
Warga menjalani cek kesehatan gratis di Puskesmas Ciwandan, Cilegon, Banten.(MI/Ilham Ramadhan Avisena)

Umar Johan, 55 tahun, pria asal Brebes, Jawa Tengah, datang ke Puskesmas Ciwandan, Cilegon, Banten, dengan satu tujuan, yakni mencabut gigi yang sudah lama membuatnya tidak nyaman. 

Jumat (7/11) pagi itu, ia duduk di ruang tunggu sambil sesekali memegangi pipinya, berharap rasa nyeri segera berakhir begitu bertemu dokter gigi.

Namun, rencana itu harus tertunda. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah Umar mencapai 283, terlalu tinggi untuk menjalani prosedur pencabutan gigi dengan aman.

Kabar itu diketahui bukan dari pemeriksaan gigi, melainkan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tengah berlangsung di Puskesmas tersebut. Tanpa disangka, keikutsertaannya dalam program itu justru menjadi momen penting yang menyelamatkannya dari risiko yang lebih besar.

"Sebenarnya saya ke sini mau cabut gigi. Ternyata, diabetes saya lagi tinggi, 283. Sekarang dikasih obat dulu karena belum bisa dicabut," ujar Umar. 

Ia mengaku tak pernah mendengar soal program CKG sebelumnya. Namun begitu petugas menawarkan, ia memutuskan untuk ikut, dan keputusan kecil itu ternyata membawa manfaat besar.

"Tidak tahu. Jadi saya tadi pagi itu cek gigi, mau cabut. Ternyata begini, ada gratis begini. Ini bermanfaat. Mudah-mudahan berlanjut. Karena ini bermanfaat bagi semua orang," tuturnya.

Jemput bola
Bagi Kepala Puskesmas Ciwandan, Arief Dharma Hartana, program CKG bukan sekadar layanan pemeriksaan rutin. Ia melihatnya sebagai langkah nyata untuk mendekatkan layanan kesehatan ke tengah masyarakat. 

Namun, ia sadar betul bahwa program ini belum banyak dikenal warga. Karena itu, ia dan timnya memilih untuk 'menjemput bola', turun langsung ke berbagai tempat demi memperkenalkan manfaat program ini.

"Kami jemput bola, bisa ke perkantoran. Kebetulan wilayah Ciwandan ini adalah wilayah yang strategis karena banyak perusahaan atau industri di sini," ujarnya.

Langkah jemput bola itu tak berhenti di area industri. Arief juga menggerakkan timnya untuk menyambangi majelis taklim, kelompok ibu-ibu, hingga kantor kelurahan.

Upaya itu bukan tanpa tantangan, tetapi perlahan mulai menunjukkan hasil. Sejak awal 2025, semakin banyak warga yang datang ke puskesmas menanyakan tentang program CKG. Kini, lebih dari 9.000 orang telah memanfaatkan layanan tersebut. 

Dari hasil pemeriksaan, tim puskesmas menemukan banyak warga yang ternyata mengidap hipertensi dan diabetes tanpa mereka sadari sebelumnya. Tak hanya orang dewasa, sejumlah anak sekolah juga terdeteksi memiliki gangguan penglihatan.

"Anak-anak sekolah itu ada beberapa yang mengalami penglihatan. Misal, visusnya sudah mulai berkurang, atau dia minus, dan terdeteksi pada saat CKG di sekolah," terang Arief.

Temuan-temuan itu menjadi alasan kuat bagi Arief untuk terus melanjutkan pendekatan aktifnya. Ia ingin warga Ciwandan makin peduli pada kesehatan mereka sendiri.

Diapresiasi
Salah satu lokasi yang dikunjungi tim puskesmas adalah Kantor Kelurahan Tegal Ratu. Lurah Tegal Ratu, Bahroni, menyambut hangat kedatangan mereka dan mengapresiasi inisiatif jemput bola tersebut.

"Kami merasa berterima kasih kepada puskesmas Kecamatan Ciwandan, yang sudah mengadakan kegiatan screening atau tes kesehatan yang ada di kelurahan ini," ucap Bahroni.

Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi para pegawai kelurahan yang tidak perlu repot datang ke puskesmas. 

"Banyak manfaatnya, salah satunya, pegawai kita tidak harus datang ke puskesmas, klinik kesehatan. Sekarang puskesmas yang datang ke sini dan alhamdulillah pegawai kami antusias," lanjutnya.

Bahroni berjanji akan terus mendukung program tersebut dan mengajak warganya untuk ikut serta. Ia berharap kegiatan CKG bisa menjadi agenda rutin yang berkelanjutan.

"Ini sangat bermanfaat bagi kami. Karena tidak perlu membayar mahal untuk cek kesehatan. Saya harapkan tidak saat ini saja. Ke depan harus tetap ada karena ini sangat bermanfaat," pungkasnya. (Mir/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik