Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
Memesan makanan online kini jadi gaya hidup baru masyarakat urban. Hanya dengan satu sentuhan di layar ponsel, ayam geprek, kopi susu, hingga es krim favorit langsung meluncur ke depan pintu. Praktis, cepat, dan bikin hidup terasa mudah.
Namun di balik kenyamanan itu, ada ancaman tersembunyi: kebiasaan pesan makanan online bisa merusak kesehatan tanpa disadari.
Penelitian Amerta Nutrition di Jabodetabek menemukan bahwa mahasiswa yang sering menggunakan aplikasi pesan antar cenderung memilih makanan tinggi lemak dan gula, seperti ayam goreng, kopi manis, atau baso aci.
Konsumsi jenis makanan ini secara rutin berkorelasi dengan kenaikan berat badan signifikan dan risiko obesitas dini.
Lebih parahnya lagi, menurut Gleneagles, kebiasaan makan sambil bekerja atau menonton membuat otak gagal mengenali rasa kenyang. Akibatnya, kalori menumpuk tanpa kontrol.
Data dari KlikDokter menunjukkan bahwa kemudahan pesan makanan online membuat banyak orang berhenti memasak di rumah.
Padahal, memasak sendiri memungkinkan kita mengatur kadar garam, minyak, dan bahan tambahan. Sebaliknya, makanan siap antar biasanya mengandung penyedap, pengawet, dan garam tinggi untuk menjaga rasa dan daya tahan.
Konsumsi jangka panjangnya bisa memicu diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan metabolisme.
Riset Mitra Medika menunjukkan bahwa orang yang sering memesan makanan online cenderung memiliki pola makan tidak menentu — tergantung promosi atau rasa lapar sesaat.
Selain menurunkan kualitas gizi, kebiasaan ini juga menyebabkan gangguan pencernaan, seperti asam lambung dan sembelit.
Dari sisi aktivitas, gaya hidup ini membuat tubuh makin pasif. Aktivitas sederhana seperti berjalan ke warung atau menyiapkan bahan masakan tergantikan dengan duduk menunggu kurir.
Fenomena ini berkontribusi besar pada lonjakan kasus obesitas di kalangan muda perkotaan.
Menurut The Conversation, industri makanan online kini semakin agresif memanfaatkan strategi pemasaran berbasis impuls.
Diskon, voucher, dan iklan bertubi-tubi mendorong orang membeli tanpa rasa lapar — keputusan makan pun diambil bukan karena kebutuhan tubuh, tapi karena “takut ketinggalan promo”.
Memesan makanan online tidak selalu buruk, asalkan digunakan dengan bijak.
Tips sehatnya:
Jadikan pesan makanan hanya untuk kondisi mendesak, bukan kebiasaan harian.
Teknologi bisa jadi sahabat atau musuh, tergantung siapa yang mengendalikan. Jadi, sebelum klik “Pesan Sekarang”, pikirkan juga efek jangka panjangnya pada tubuhmu. (KlikDokter, Mitra Medika, The Conversation, Amerta Nutrition./Z-10)
Simak tips puasa bagi pekerja lapangan agar tetap sehat, terhidrasi, dan produktif selama Ramadan, mulai dari sahur hingga berbuka.
Simak tips sahur, hidrasi, istirahat, dan olahraga ringan agar tubuh tetap sehat dan kuat saat menjalani hari pertama puasa Ramadan.
Paparan kaporit dan air laut dapat membuat rambut kering, rapuh, hingga berubah warna. Simak tips ahli untuk melindungi kesehatan rambut dan kulit kepala Anda.
Mobil bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan penunjang aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, memilih mobil yang tepat menjadi keputusan penting
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved