Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KULIT ketiak menghitam bukan hanya disebabkan oleh deodoran. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Pipim Septiana Bayasari, menjelaskan bahwa kebiasaan mencukur bisa menjadi salah satu faktor utama yang membuat kulit ketiak nampak lebih gelap.
Dia menyebutkan, proses bercukur dapat menyebabkan kerusakan kecil pada permukaan kulit. "Jika kulit terus-menerus mengalami kerusakan tersebut, maka kulit bisa menjadi rusak dan berubah warna menjadi lebih gelap," kata dr. Pipim di Mall Kelapa Gading (29/10). Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelembapan dan integritas pelindung kulit.
Skin barrier atau penghalang kulit ibarat tembok yang dibangun dari batu bata dan semen. Batu bata menggambarkan sel-sel kulit, sedangkan semen adalah pelembap alami yang terbuat dari ceramide, kolesterol, dan lemak dalam perbandingan 3:1:1.
"Kalau jumlah semen berkurang, kulit akan menjadi lemah. Senyawa seperti micro hyaluron dan provitamin B5 berfungsi untuk memperkuat semen tersebut sehingga ikatan antar sel kulit semakin kokoh," jelasnya.
Selain membantu memperkuat penghalang kulit, provitamin B5 dan micro hyaluron berfungsi menjaga kelembapan alami kulit ketiak agar tidak gampang teriritasi atau mengelupas.
Pipim juga mengingatkan agar individu lebih selektif dalam memilih produk untuk perawatan ketiak. "Jangan hanya mencari produk yang bisa mengurangi bau, tetapi juga pastikan kandungan di dalamnya dapat memperlindungi skin barrier. Hindari bahan-bahan yang berisiko mengiritasi seperti alkohol dan parfum," tambahnya.
Penggunaan bedak di area ketiak juga sebaiknya dibatasi. Ketika bedak menumpuk dan bercampur dengan keringat, ini dapat menimbulkan gumpalan lembap yang dapat menimbulkan masalah kulit yang lain.
Setiap jenis kulit ketiak memerlukan penanganan yang berbeda. Untuk ketiak yang gelap, dr. Pipim merekomendasikan memilih produk dengan vitamin C yang dapat membantu proses perbaikan dan mencerahkan warna kulit.
Sementara bagi kulit yang sensitif dan mudah kemerahan, lebih baik menggunakan produk yang mengandung vitamin E untuk membantu menyembuhkan dan menenangkan area tersebut.
Sedangkan bagi kulit ketiak yang normal, cukup gunakan produk dengan kandungan pelindung yang berfungsi menjaga skin barrier setiap hari agar tetap sehat dan terhidrasi.
Sebagai tambahan, Pipim menekankan pentingnya memilih deodoran yang tidak hanya mengatasi bau, tetapi juga memberikan perawatan untuk kulit ketiak dari dalam.
Salah satu contoh produk yang memiliki bahan aktif tersebut adalah NIVEA Deo Derma Series, yang diformulasikan dengan provitamin B5, micro hyaluron, dan bebas alkohol sehingga aman bagi berbagai jenis kulit, termasuk yang sensitif.
Dengan perawatan yang tepat, kulit ketiak tidak hanya akan terlihat cerah dan sehat, tetapi juga lebih kuat dalam melawan iritasi dan infeksi.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Fitria Agustina, menegaskan bahwa mandi satu hingga dua kali sehari sudah cukup, meskipun Indonesia saat ini tengah menghadapi cuaca ekstrem
KAPALAN (callus) ialah kondisi kulit yang ditandai dengan adanya bagian luar yang menebal dan mengeras.
Waktu pemakaian deodoran yang disarankan dokter adalah sebelum tidur malam.
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Masalah kesehatan yang timbul di pengungsian sangat erat kaitannya dengan faktor higiene.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Penggunaan hidrokuinon melampaui kebutuhan bisa menimbulkan efek samping berupa ochronosis, penumpukan asam di bawah kulit yang menyebabkan munculnya flek hitam pada kulit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved