Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Budi Luhur Perkenalkan Aplikasi Pelaporan Kekerasan di Sekolah

Wisnu Arto Subari
16/10/2025 16:10
Budi Luhur Perkenalkan Aplikasi Pelaporan Kekerasan di Sekolah
Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Pelaporan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan di Aula SMA Budi Luhur, Jakarta, Selasa (14/10).(MI/HO)

BERBAGAI bentuk kekerasan yang dapat terjadi di sekolah, baik fisik, verbal, maupun psikologis. Ada langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah maupun siswa.

Hal itu disampaikan salah satu anggota Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Budi Luhur, Feby Lukito Wibowo, dalam Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Pelaporan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan di Aula SMA Budi Luhur, Jakarta, Selasa (14/10). Acara itu digelar Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Budi Luhur yang diketuai oleh Dr. Umaimah Wahid dengan anggota Chazizah Gusnita dan Wahyu Pramusinto. 

Kegiatan itu dihadiri oleh Satgas, guru, serta siswa SMA dan SMK Budi Luhur. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Universitas Budi Luhur dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.

"Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta diberikan edukasi mengenai bentuk, dampak, serta cara pencegahan kekerasan di sekolah agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah," imbuh Umaimah.

Kepala Sekolah SMA Budi Luhur Kepala SMA I Nyoman Jiwa menyatakan bahwa aplikasi website pencegahan dan penanganan kekerasan akan sangat bermanfaat dalam mewujudkan sekolah yang bebas kekerasan. Harapannya, proses belajar mengajar dapat terlaksana secara maksimal yang dibuktikan dengan pembentukan Satgas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di SMA Budi Luhur yang dipimpin Karaeng Palulun.

Selanjutnya, peserta memperoleh pengenalan dan menyaksikan demonstrasi Aplikasi Pelaporan Kekerasan yang disampaikan Wahyu Pramusinto yang juga perancang aplikasi tersebut. Dalam sesi ini, Wahyu menjelaskan fitur-fitur utama aplikasi yang memungkinkan siswa, guru, maupun tenaga kependidikan untuk melaporkan berbagai bentuk kekerasan secara aman, cepat, dan terdata dengan baik. 

Aplikasi berbasis website ini diharapkan dapat menjadi media pelaporan yang efektif dan transparan, sehingga setiap kasus kekerasan di lingkungan sekolah dapat segera ditindaklanjuti dengan tepat.

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan SMK Budi Luhur, Denok Susanti, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama di lingkungan sekolah. "Pada dasarnya, semua siswa memiliki hak untuk belajar dan merasa aman di sekolah. Semoga kegiatan ini bisa mendorong kita semua untuk berani bicara dan menjadi duta perubahan di lingkungan sekolah," ujarnya. 

Aplikasi pelaporan tersebut nanti dikelola oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan SMA/SMK Budi Luhur. Satgas berperan dalam menerima, menindaklanjuti, serta mengelola setiap laporan yang masuk. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya