Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DEDIKASI terhadap keadilan sosial dan hak-hak kelompok rentan kembali diwujudkan melalui capaian akademik Dr. Mohamad Adya Laksamana Sudrajat, SH, MM, yang resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Borobudur Jakarta.
Dalam sidang terbuka ia berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Model Penerapan Pemenuhan Kuota Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas di Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia.” Dirinya juga dinyatakan lulus dengan menyandang predikat cumlaude.
Dalam keterangannya Mohamad Adya menyebut, penelitian ini mengkaji secara mendalam aspek hukum dan kebijakan implementasi kuota kerja bagi penyandang disabilitas, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dijelaskan disertasinya ini menyoroti tantangan penerapan regulasi di lingkungan BUMN serta pentingnya desain kebijakan hukum yang mendorong kesetaraan kesempatan kerja, aksesibilitas, dan perlindungan hak tenaga kerja disabilitas secara berkeadilan.
Menurutnya, keberpihakan hukum terhadap penyandang disabilitas bukan hanya kewajiban moral juga wujud konkret dari pelaksanaan prinsip welfare state yang diadopsi oleh konstitusi Indonesia.
"Saya mengusulkan model hukum partisipatif yang menekankan kolaborasi antara pemerintah, korporasi, dan masyarakat sipil untuk memperkuat sistem ketenagakerjaan inklusif," kata Adya, di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Mohamad Adya Laksamana Sudrajat pernah berprofesi sebagai Tim Staf Kepresidenan, menjabat sebagai Tenaga Ahli dari staf Khusus Presiden Bidang Sosial 2019-2024. Saat ini, dirinya memiliki profesi baru sebagai dosen Hukum Iblam Law school Jakarta Pengalaman panjangnya dalam perumusan kebijakan publik dan pemberdayaan masyarakat menjadikan beliau figur yang berpengaruh dalam mendorong transformasi sosial berbasis hukum dan keadilan sosialk
Melalui pencapaian ini, Mohamad Adya menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerangka hukum nasional yang menjamin kesetaraan, inklusivitas, dan kesejahteraan bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk penyandang disabilitas.
Sebagai informasi, Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur melepas lulusan pada acara prosesi wisuda di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa, 14 Oktober 2025. Sebanyak 109 lulusan di wisuda dalam acara hari ini. Para lulusan yang diwisuda terdiri dari banyak kalangan dan profesi dari seluruh Indonesia. (H-2)
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Mitra Netra pun mengajak seluruh pemangku peran untuk memastikan tersedianya kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas netra.
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved