Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UN Secretary General’s Special Envoy in Water Issues, Retno Marsudi, menyampaikan apresiasi kepada Indonesia dalam memajukan agenda air di tingkat global, termasuk dalam menjalankan kepemimpinan selama berlangsungnya World Water Forum ke-10 di Bali pada 2024. Indonesia juga berada di garis depan selama proses sampai diadopsinya resolusi mengenai penetapan World Lake Day atau Hari Danau Sedunia yang diperingati untuk pertama kalinya pada tahun ini.
“Ketahanan air juga merupakan salah satu prioritas kerja pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Komitmen ini diwujudkan dalam pidato dihadapan sidang majelis umum PBB pada 23 September lalu dengan menyampaikan populasi dunia terus bertambah. Planet kita berada dalam tekanan ancaman terhadap ketahanan pangan, energi, dan air membayangi banyak negara. Indonesia memilih untuk menjawab tantangan ini secara langsung sekaligus memberikan bantuan sejauh kemampuan,” ungkapnya dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Evaluasi Capaian 15 Danau Prioritas Nasional dan Pengembangan ke Depan, Rabu (1/10).
Resolusi PBB tentang penetapan Hari Danau Sedunia menekankan pentingnya pengakuan terhadap danau dalam upaya pengelolaan sumber daya air dan lingkungan yang berkelanjutan. Penetapan Hari Danau Sedunia juga merupakan pengakuan bahwa danau memegang peran penting sebagai penunjang kesejahteraan manusia, baik dari aspek energi pangan kesehatan dan lainnya.
“Data mencatat bahwa danau menampung 87% pasokan air bersih dunia sebagai solusi upaya perlindungan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati ini juga merupakan fungsi strategis danau. Resolusi yang sama juga mengingatkan bahwa danau sebagai ekosistem air secara signifikan mengalami penurunan kualitas. Spesies hewan dan tanaman yang ada di danau telah menurun sebanyak 85% sejak 50 tahun yang lalu. Prediksi menyatakan bahwa apabila tren kerusakan danau terus berlanjut maka di tahun 2050 kualitas ekosistem danau akan menurun sebesar 20%,” tegas Retno.
“Untuk itu diperlukan langkah imidiate dan urgent untuk menjaga danau. Peringatan Hari Danau Sedunia ini menjadi waktu yang tepat dan sekaligus pengingat bahwa pekerjaan rumah terkait danau, penting untuk kita jaga secara berkesinambungan dan mulai sekarang. Evaluasi, rencana, dan langkah ke depan untuk menjadikan danau sebagai bagian solusi dalam mengatasi tantangan air perlu dijadikan prioritas,” sambungnya.
Di tempat yang sama, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menekankan bahwa dalam perayaan Hari Danau Sedunia, nyatanya 15 danau prioritas nasional saat ini dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
“Kita harus merespons kondisi fisik yang disampaikan oleh media sosial melalui tangan yang ada di seluruh Indonesia melalui platform yang ada. Kita tersentak pada saat kemudian terjadi perubahan dramatis warna Danau Toba di Sumatra Utara. Kemudian di Sungai Mahakam kita sudah tidak bisa lagi melihat lumba-lumba air tawar karena hampir 800 tongkang per harinya dipastikan lewat Sungai Mahakam,” jelas Hanif.
“Maka kemudian lumba-lumba air tawar masuk ke kaskade Mahakam, suatu bagian dari anak sungai Mahakam untuk menyelamatkan diri. Terdata oleh para aktivis lokal jumlahnya tidak lebih dari 62 ekor sampai hari ini. Kita juga masih mendapatkan tantangan lain hampir setiap hari tidak kurang dari 60 tongkang lewat sungai kecil yang berhubungan dengan danau sebagai tempat lumba-lumba air tawar berlindung,” lanjutnya.
Hanif menegaskan bahwa seluruh pihak belum melakukan apa-apa dan belum melakukan langkah masif secara terukur dan terkoneksi di tingkat nasional. Untuk itu, pada kesempatan ini, dia ingin momentum Hari Danau Sedunia menjadi bagian dari upaya meninjau langkat detail yang harus dilakukan bersama untuk menjaga danau di Indonesia.
“Saya paham dan mengerti bahwa dari 15 danau prioritas nasional yang ditetapkan melalui peraturan presiden tersebut telah tersusun Pokja (kelompok kerja). Pertanyaannya apakah Pokja tersebut telah aktif dan eksis di lapangan? Kita belum pernah memonitor dan tidak pernah mengadakan acara reguler dengan para Pokja tersebut. Pemerintah pusat tidak memberikan support yang secukupnya untuk mengawal 15 danau prioritas nasional tersebut. Ini yang harus kita benahi bersama,” urai Hanif.
Hanif menekankan bahwa acara ini tidak boleh hanya dijadikan sebagai seremonial belaka, tapi dijadikan momentum untuk meninjau ulang langkah-langkah yang selama ini belum mampu dilakukan dengan baik untuk menjaga danau di Indonesia.
“Kami memohon maaf kepada semua bahwa kami hampir lalai untuk mengoordinasikan penanganan penyelamatan ini. Mulai hari ini langkah ini menjadi langkah penting kita untuk mengoordinasikan langkah bersama dan izinkan saya memang melakukan amanat presiden untuk melakukan koordinasi dengan semua pihak paling tidak dengan 15 danau prioritas nasional kita,” tegasnya.
Hanif juga menyoroti langkah pemerintah yang berlomba-lomba membangun waduk dan DAM tapi lalai untuk meningkatkan catchment area atau daerah tangkapan air.
“Bahkan kita asik saja pada saat membangun waduk di catchment (area) tumbuh subur budidaya pertanian tanaman semusim dengan eksploitasi tanah yang cukup masif. Kita lalai bahwa begitu pertanian itu main di bagian hulu, maka dipastikan peptisida mulai dari pupuk dan lainnya mengalir deras ke danau dan menyebabkan menimbunnya nutrien yang luar biasa di danau tersebut dan memacu tumbuhnya alga atau tanaman air yang luar biasa yang menghabiskan oksigen di dalam danau tersebut,” kata Hanif.
“Ini diperparah dengan budi daya keramba jaring apung. Saya tidak anti keramba ini tapi silakan dicari di Google, dengan sangat mudah kita bisa menghitung setiap satu ekor ikan, berapa meter persegi danau yang kemudian dirusak dari kegiatan itu,” sambungnya.
Menurut Hanif, diperlukan adanya Pusat Studi dan Penanganan Danau. Dia pun menyatakan siap jika Indonesia diberikan mandat untuk menjadi Pusat Penanganan, Pemulihan, dan Restorasi Danau di level ASEAN.
Selain itu, dia berharap satu bulan dari sekarang, seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga 15 danau prioritas nasional dapat bertemu kembali untuk merumuskan langkah-langkah aksi nasional.
“Saya ingin satu bulan dari sekarang rencana yang telah dibangun di lapangan mari kita tingkatkan kapasitasnya,” pungkasnya. (H-1)
Temukan 10 manfaat danau bagi masyarakat, dari sumber air hingga wisata. Pelajari peran penting danau untuk kehidupan sehari-hari!
Firman menyatakan persoalan pertama terletak pada aktivitas perusahaan yang beroperasi di kawasan hutan tanpa kejelasan perizinan.
berbagai organisasi masyarakat sipil menyampaikan pandangan strategis terhadap arah kebijakan iklim nasional.
Peraih Proper Emas dinilai tidak hanya mematuhi peraturan lingkungan, tetapi juga melakukan tindakan yang lebih dari yang diwajibkan oleh undang-undang.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyebut pihaknya akan memberikan sanksi administrasi untuk penerima proper merah dan hitam.
Program ini bertujuan untuk mendorong desa-desa agar lebih aktif dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved