Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Cilegon, seperti banyak kota lain di Indonesia, sedang bergulat dengan pengelolaan sampah yang semakin kompleks. Selama ini sistem berjalan konvensional dengan mengandalkan transporter untuk mengangkut sampah tercampur ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Bagendung, tanpa proses pemilahan di hulu.
Minimnya edukasi, fasilitas, serta regulasi lokal semakin memperparah keadaan. Di tengah tantangan tersebut, hadir Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP). Program ini mendorong perubahan sistemik pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Salah satu strategi ISWMP bersama Pemkot Cilegon untuk meningkatkan aspek peran serta masyarakat adalah melalui paket pekerjaan Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM). Salah satu kegatan yang dilakukan oleh tim PPAM Kota Cilegon adalah mengadakan pilot project di RT 19 RW 09, Kelurahan Bagendung—tepatnya di kawasan Perumahan Bukit Asri Kota Cilegon, tidak jauh dari TPA sampah Bagendung.
Pilot project ini dilaksanakan pada Desember 2024 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara kolaboratif. Di tingkat pusat dan provinsi, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten turut mendampingi jalannya kegiatan. Dan di tingkat lokal, DLH Kota Cilegon, pemerintah kelurahan, serta jajaran RT/RW berperan aktif dalam mobilisasi dan fasilitasi warga.
Kegiatan ini juga didukung komunitas lokal, seperti Bank Sampah Al-Bustaniyah dan komunitas peduli lingkungan Cinta Bersih. Tak hanya itu, kolaborasi lintas sektor semakin diperkuat dengan keterlibatan sektor swasta dan lembaga sosial, termasuk Cakra Buana dan Vital Ocean Indonesia.
'Penguatan Pengelolaan Sampah' yang diselenggarakan oleh ISWMP. “Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih sistematis dan berkelanjutan, sejalan dengan misi Pemerintah Kota Cilegon untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, ST., MM, dalam keterangannya, yang diterima Kamis (17/9).
Selama program berjalan, total 975 kg sampah anorganik berhasil dikumpulkan untuk didaur ulang atau dijual kembali melalui bank sampah.
Dalam tiga bulan, 69 KK dari total 87 KK mulai rutin memilah sampah di rumah. Anggota Bank Sampah bertambah menjadi 32 rumah tangga. Volume sampah yang dibuang ke TPA otomatis menurun. Tercatat dari 6.444 kg per bulan sebelum proyek, menjadi 6.227 kg di akhir Februari 2025.
Selama program berjalan, total 975 kg sampah anorganik berhasil dikumpulkan untuk didaur ulang atau dijual kembali melalui bank sampah. Sampah dapur mulai dijadikan kompos atau dimanfaatkan untuk pakan maggot.
Kisah RT 19 RW 09 Kelurahan Bagendung Kecamatan Cilegon menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah tak selalu harus dimulai dari kebijakan besar atau investasi mahal. Cukup dimulai dari rumah, dengan fasilitas sederhana, edukasi yang konsisten, dan kemauan warga untuk terlibat. Model seperti ini terbukti lebih murah, mudah dijalankan, dan sangat potensial untuk direplikasi.
Kini, program ini tidak berhenti di satu titik. Pemerintah dan tim pelaksana tengah menyiapkan strategi replikasi: dokumentasi praktik baik, pelatihan lintas wilayah, pembentukan tim fasilitator lokal, serta dorongan agar pilot project ini masuk ke dalam agenda kebijakan lingkungan Kota Kota Cilegon.
Bukan hal yang berlebihan jika kemudian RT 19 RW 09 Kelurahan Bagendung disebut sebagai titik awal lahirnya gerakan lingkungan skala komunitas yang berpotensi tumbuh menjadi gerakan kota. Sebab, jika satu lingkungan kecil bisa berubah, maka lingkungan lainnya pun bisa mengikuti. (H-1)
WALI Kota Cilegon Helldy Agustian mengapresiasi kerja keras Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon yang telah berhasil menurunkan angka pengangguran lebih dari 50 persen
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menegaskan bahwa dirinya tidak akan berkator selama masa tenang hingga hari usai pencoblosan.
Pemerintah Kota Cilegon melakukan pengecekan langsung terkait ketersediaan stok bahan pokok di Pasar Kranggot, salah satu pusat perdagangan utama di kota tersebut.
DPMPTSP Kota Cilegon kembali mencatat prestasi gemilang dengan memperoleh penghargaan sebagai Realisasi Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Tertinggi
Dinas Komunikasi, Persandian dan Informatika (Diskominfo) Kota Cilegon menggelar Sosialisasi E-Presensi Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon pada Jumat (25/10)
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved