Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TELESKOP Luar Angkasa Hubble kembali menghadirkan potret luar angkasa yang menakjubkan. Dua gambar terbaru yang dirilis NASA/ESA memperlihatkan pemandangan bintang-bintang muda di dalam nebula bercahaya serta pesona salah satu galaksi terdekat Bima Sakti.
Dalam foto pertama, Hubble menangkap bintang-bintang muda yang tengah terbentuk di dalam nebula RCW 7, sebuah kepompong gas dan debu yang berjarak lebih dari 5.300 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Puppis.
Radiasi ultraviolet dari bintang-bintang masif di dalamnya mengionisasi hidrogen, memunculkan cahaya merah muda lembut di antara awan berputar. Fenomena ini dikenal sebagai daerah H II, wilayah aktif di mana protobintang lahir.
“Di bawah pengaruh gravitasi, bagian awan molekul runtuh hingga menyatu menjadi protobintang, yang masih dikelilingi cakram gas dan debu sisa,” ungkap NASA dalam pernyataan resminya.
Protobintang di RCW 7 tergolong sangat besar sehingga menghasilkan radiasi pengion kuat dan angin bintang dahsyat yang membentuk nebula menjadi daerah H II.
Foto yang dirilis pada 21 Juni tersebut merupakan bagian dari studi tentang IRAS 07299-1651, pasangan protobintang masif yang berada di bagian atas nebula.
Potret diambil menggunakan Wide Field Camera 3 Hubble dalam cahaya dekat-inframerah, memungkinkan cahaya menembus sebagian besar gas dan debu di sekitarnya.

Tak hanya itu, Hubble juga membidik pemandangan luar biasa dari Small Magellanic Cloud (SMC), salah satu galaksi terdekat Bima Sakti yang berjarak sekitar 200.000 tahun cahaya. Galaksi katai ini sebagian besar berada di rasi Tucana, namun sedikit meluas ke rasi Hydrus.
SMC termasuk galaksi yang bisa diamati langsung dari Bumi tanpa teleskop, terutama di belahan Bumi selatan. Bagi mata telanjang, galaksi ini tampak seperti serpihan Bima Sakti yang terlepas, meski sejatinya ia jauh lebih jauh dari bagian mana pun galaksi kita.
Dengan cermin berdiameter 2,4 meter dan instrumen peka cahaya, Hubble menampilkan detail jauh lebih kaya daripada yang bisa dilihat manusia. Para ilmuwan mengamati SMC menggunakan empat filter berbeda, menghasilkan tampilan penuh warna dari awan debu yang membentang di antara bintang.
Foto terbaru ini merekam wilayah di dekat pusat NGC 346, gugus bintang yang menjadi rumah bagi puluhan bintang muda berukuran masif.
Dua potret ini kembali menegaskan peran Hubble sebagai “mata” tajam manusia di luar angkasa, yang terus membuka tabir keindahan sekaligus misteri kosmos.
Sumber: space.com, NASA
Astronom temukan Cloud 9, objek kosmik misterius tanpa bintang yang didominasi materi gelap.
Astronomer akhirnya membuktikan keberadaan Siwarha, bintang pendamping Betelgeuse. Penemuan ini menjelaskan mengapa bintang raksasa merah ini sering meredup secara aneh.
Fomalhaut diperkirakan berusia sekitar 440 juta tahun, tergolong sangat muda dalam skala astronomi. Sistem bintang muda seperti ini diketahui masih aktif secara dinamis dan kerap
Astronom kembali menemukan objek yang menarik untuk diamati, Komet 3I/ATLAS. Komet ini merupakan objek ketiga yang diketahui berasal dari luar tata surya.
Ledakan bintang ini, yang kini terperangkap dalam cahaya, membantu astronom menyempurnakan metode pengukuran jarak di seluruh alam semesta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved