Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA astronom berhasil mengidentifikasi lubang hitam supermasif terbesar yang pernah tercatat, dengan massa mencapai 36 miliar kali massa Matahari. Gravitasi raksasa ini mampu membelokkan cahaya seluruh galaksi di belakangnya menjadi lingkaran nyaris sempurna, fenomena yang dikenal sebagai cincin Einstein.
Lubang hitam ini 10.000 kali lebih berat dari Sagitarius A* di pusat Bima Sakti dan mendekati batas teoritis ukuran lubang hitam di alam semesta. Tak heran, para ilmuwan menjulukinya “monster kosmik”.
Penelitian, yang dilansir news.com.au (18/09), menyoroti bintang-bintang di galaksi elips raksasa Messier 87 (M87) yang mengitarinya—dari kecepatan, jumlah, hingga usia.
“Objek ini termasuk dalam sepuluh lubang hitam paling masif yang pernah ditemukan, dan sangat mungkin yang terbesar,” ujar Thomas Collet, profesor astrofisika di University of Portsmouth sekaligus penulis studi yang diterbitkan di Monthly Notices of the Astronomical Society.
M87, salah satu galaksi terbesar yang pernah terdeteksi, berjarak 5 miliar tahun cahaya dari Bumi. Cahaya yang kita terima kini dipancarkan ketika alam semesta baru berusia dua pertiga dari usianya sekarang.
Di masa itu, M87 dikenal sebagai “galaksi fosil” karena melahap galaksi-galaksi kecil di sekitarnya. Lubang hitam supermasif hasil penggabungan inilah yang kini terdeteksi sebagai lubang hitam ultramassive.
Para ilmuwan mengidentifikasi keberadaannya lewat dua bukti:
Biasanya, ada rasio sekitar 1000 banding 1 antara massa bintang dalam galaksi dan lubang hitam supermasifnya. Namun, data M87 menunjukkan rasio jauh lebih kecil, bahkan 100:1 atau 10:1 di masa awal kosmos.
Artinya, pada era tersebut, lubang hitam raksasa justru lebih umum dibandingkan perkiraan. Hal ini memberi indikasi kuat bahwa lubang hitam mungkin terbentuk lebih dulu daripada bintang.
“Dengan penemuan terbaru ini, kita mendapatkan petunjuk penting untuk menjawab teka-teki terbesar di alam semesta,” ujar astrofisikawan Ethan Siegel. “Beberapa tahun ke depan bisa membawa kita pada pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana semesta benar-benar bertumbuh. (news.com.au, futurism.com/Z-10)
Tim peneliti menduga objek ini sebenarnya bukan galaksi, melainkan dark stars superterang yang tampak seperti galaksi karena intensitas cahayanya.
Van Dokkum mengatakan ini adalah konfirmasi pertama dari lubang hitam supermasif yang tak terkendali, setelah lima dekade teori dan penelitian tentang objek-objek ini.
Astronom temukan lubang hitam supermasif yang terlontar dari galaksinya. Meluncur 1.000 km per detik, objek ini memicu lahirnya bintang-bintang baru.
Astronom menggunakan Teleskop James Webb menemukan bukti awal keberadaan bintang raksasa purba bermassa hingga 10.000 kali Matahari.
Astronom India menemukan 53 Giant Radio Quasars dengan jet raksasa hingga 7,2 juta tahun cahaya melalui data GMRT.
Sebuah lubang hitam supermasif di galaksi jauh tiba-tiba memancarkan semburan cahaya luar biasa terang, setara dengan 10 triliun Matahari.
Lubang hitam supermasif di galaksi J1007+3540 kembali aktif dengan ledakan plasma sejauh 1 juta tahun cahaya.
Para astronom Tiongkok mengungkap dugaan keberadaan sistem tiga lubang hitam (triple black hole system).
Astronom temukan lubang hitam supermasif yang terlontar dari galaksinya. Meluncur 1.000 km per detik, objek ini memicu lahirnya bintang-bintang baru.
Astronom menemukan ledakan sinar gamma yang berlangsung selama tujuh jam. Peristiwa langka ini diduga dipicu lubang hitam yang melumat sebuah bintang.
Lubang hitam supermasif di galaksi spiral NGC 3783 memuntahkan badai partikel berkecepatan 20% kecepatan cahaya setelah semburan sinar-X kuat.
Peneliti berhasil menjelaskan tabrakan dua lubang hitam “mustahil” yang membingungkan ilmuwan sejak 2023. Kuncinya ternyata terletak pada kekuatan medan magnet bintang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved