Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
OMBUDSMAN RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menerapkan standar pelayanan publik dalam pendistribusian MBG.
"Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pengendali SPPG telah menyusun standar pelayanan dalam Program MBG, karena itu SPPG harus terapkan pelayanan sesuai UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik," kata Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton, Jumat (25/7).
Darius mengatakan kejadian keracunan tersebut terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Kurang lebih lima sekolah dengan total 75 siswa dirawat karena muntah-muntah dan diare yang berujung pada lemas.
Dalam pelaksanaan penyaluran MBG, SPPG dan sekolah sebagai penerima manfaat MBG diminta mematuhi sekaligus melaksanakan Perpres Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik.
"Perpres tersebut menjadi dasar perlunya kanal pengaduan di tingkat SPPG dan sekolah untuk melokalisasi laporan seputar pelayanan Program MBG dan memudahkan semua pihak menyampaikan komplain dalam rangka evaluasi perbaikan layanan Program MBG," ujar Darius.
Tidak hanya itu dengan kejadian keracunan pada beberapa hari terakhir, Ombudsman meminta agar koordinator Program MBG di NTT dapat bersinergi dengan pengawasan di tingkat pemda, mulai Dinas Kesehatan, kecamatan, puskesmas, hingga media massa.
Hal ini bertujuan, kata dia, untuk memonitor sekaligus menjamin pelaksanaan Program MBG berjalan lancar tanpa pengaduan.
"Keterbukaan informasi terkait dapur pengolahan MBG. Bagaimana publik mengakses dapur, memastikan pengolahan makanan benar-benar sehat dan aman," ujar Darius.
Dalam aspek kualitas, Ombudsman meminta agar seluruh satuan pelayanan dapur menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat guna mencegah insiden seperti keracunan makanan.
Berdasarkan hasil koordinasi, saat ini BGN menargetkan 30 ribu SPPG, yang terdiri dari 2 ribu SPPG bersumber dari APBN dan 28.000 SPPG dari mitra. Pada April 2025 sebanyak 1.300 SPPG telah beroperasi. (H-4)
BESARAN tunjangan rumah dan transportasi anggota DPRD NTT serta DPRD kabupaten/kota tengah menuai kritik publik dinilai tidak sejalan dengan kemampuan keuangan daerah
OMBUDSMAN Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima sejumlah laporan pasien rawat inap pengguna BPJS dipulangkan secara paksa oleh rumah sakit.
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved