Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
PAKAR Biologi Kelautan IPB University, Mohammad Mukhlis Kamal, mengungkapkan urgensi perlindungan ikan napoleon (Cheilinus undulatus) yang kian terancam akibat aktivitas penambangan di wilayah pesisir.
Mukhlis mengatakan, ikan napoleon atau Napoleon Wrasse (Cheilinus undulatus) merupakan salah satu spesies ikan karang yang sangat penting untuk dilindungi. Keberadaan mereka tidak hanya unik secara biologis, tetapi juga berperan krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang.
"Ikan napoleon adalah salah satu spesies ikan karang terbesar di dunia. Namun, karena pertumbuhannya lambat dan usia kematangan reproduktifnya lama, spesies ini sangat rentan tertangkap sebelum sempat berkembang biak," ucapnya.
Dosen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University itu menambahkan, individu yang tertangkap umumnya adalah ikan muda. Hal tersebut berimplikasi pada kelangsungan populasinya di alam.
Lebih lanjut, Mukhlis menjelaskan bahwa ikan hermafrodit ini mengalami perubahan jenis kelamin dari betina menjadi jantan seiring pertambahan usia dan ukuran.
"Jika individu betina tertangkap dalam jumlah besar, populasi menjadi tidak seimbang dan terjadi kegagalan dalam proses reproduksi," tambahnya.
Dari sisi ekologis, lanjut Mukhlis, ikan napoleon memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan terumbu karang. Hewan ini berfungsi mengendalikan populasi invertebrata laut seperti moluska dan krustasea, serta menjadi indikator lingkungan laut yang sehat.
"Keberadaan mereka sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Jika terumbu karang rusak atau tercemar, populasi ikan napoleon akan langsung terdampak," imbuhnya.
Sayangnya, ikan ini menghadapi berbagai ancaman, termasuk aktivitas penambangan di wilayah pesisir.
Menurut Mukhlis, penambangan bisa merusak habitat terumbu karang melalui sedimentasi, polusi, dan peningkatan kekeruhan air yang mengganggu perilaku makan dan komunikasi ikan napoleon.
Ia menguraikan bahwa penambangan juga dapat menyebabkan perubahan kimia air laut, seperti peningkatan kadar logam berat, yang berpotensi meracuni ikan dan mengganggu rantai makanan laut.
"Gangguan terhadap rantai makanan ini juga akan berdampak pada ketersediaan makanan bagi ikan napoleon dan spesies laut lainnya," jelasnya.
Lebih jauh, Mukhlis mengingatkan bahwa tambang di wilayah pesisir bisa memicu gangguan ekosistem laut secara kompleks dan tidak langsung. Polusi dari tambang dapat mencemari air laut, merusak padang lamun, hutan bakau, serta mengubah dinamika sedimen di pesisir.
Akibatnya, proses erosi dan sedimentasi terganggu, yang turut memengaruhi habitat laut.
"Dampak jangka panjangnya bisa berupa perubahan struktur komunitas laut, penurunan biodiversitas, dan kerugian bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut untuk kehidupannya," ujarnya.
Untuk itu, ia mengatakan perlu adanya tindakan konservasi melalui pembentukan kawasan perlindungan laut serta pengaturan penangkapan ikan napoleon secara ketat.
"Upaya ini tidak hanya untuk menyelamatkan spesies ini, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut secara keseluruhan," pungkas Mukhlis. (Z-1)
Sedimentasi akibat galian tambang membuat aliran Sungai Wariori menyempit dan meluap ke permukiman.
Seluruh perusahaan tambang ilegal di Indonesia harus ditertibkan demi mengembalikan kerugian negara yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.
Kegelisahan terhadap maraknya tambang ilegal melandasi Methosa menulis dan merilis lagu Tarik Tambang.
TANAH adat di Halmahera Timur, Maluku Utara diduga mengalami kerusakan akibat pengerukan tambang nikel. Kreator konten sekaligus komika, Gianluigi Christoikov kondisi tersebut
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan di balik belum diberikannya konsesi lahan tambang kepada Muhammadiyah.
Sedimen dari aktivitas tambang bisa menutup terumbu karang dan padang lamun, yang merupakan habitat penting bagi ikan kerapu untuk memijah dan berlindung.
Sekitar 70% dari keseluruhan mikroba di Bumi hidup di bawah tanah. Secara kolektif, mikroba ini menghasilkan sekitar 15 hingga 23 miliar ton karbon.
Setiap tahun, jutaan ton plastik berakhir di tempat pembuangan akhir, sungai, bahkan laut, sehingga menimbulkan ancaman bagi ekosistem.
Studi Nature ungkap pemanasan global tingkatkan fotosintesis darat, tapi lemahkan produktivitas laut. Hal itu berdampak pada iklim dan rantai makanan global.
BADAN Usaha Milik Ansor (BUMA), melalui anak usaha PT Sahabat Kokoh Teknologi, menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi asal Singapura, Toffs Technologies.
SEKTOR usaha ultramikro, mikro, kecil dan menengah (UMKM) membutuhkan ekosistem yang sehat agar bisa naik kelas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
LIGA Esports Nasional 2025 resmi dimulai. Ajang puncak kompetisi Esports Indonesia ini kembali hadir dengan format liga berjenjang yang terdiri dari Liga 3, Liga 2, dan Liga 1.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved