Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOSEN Sekolah Vokasi IPB University Hari Otang Sasmita menyampaikan pandangannya mengenai fenomena buzzer di media sosial yang kerap menjadi perhatian dalam pembentukan opini publik. Ia mengatakan bahwa keberadaan buzzer tidak selalu identik dengan hal negatif.
"Buzzer tidak selalu identik dengan hal negatif, meskipun sering diasosiasikan dengan manipulasi opini publik," ujar Hari.
Menurutnya, ada sisi positif yang muncul ketika buzzer digunakan untuk mempercepat penyebaran informasi yang benar dan mendukung tujuan sosial. Contohnya dalam kampanye kesehatan, edukasi publik, dan mitigasi bencana.
Lebih lanjut ia menjelaskan, buzzer dapat berperan sebagai information amplifier, yakni mempercepat penyebaran pesan penting ke masyarakat luas yang sulit dijangkau dengan metode konvensional.
Namun, efek sosialnya menjadi kompleks ketika buzzer memengaruhi pembentukan opini publik secara masif melalui media sosial.
"Buzzer bekerja dengan memanfaatkan network effects dan algoritma personalisasi dari platform media sosial. Mereka mengoordinasikan narasi tertentu dan memperbanyak eksposur agar opini tampak seolah didukung oleh mayoritas," jelasnya.
Fenomena ini menciptakan bandwagon effect, yakni kecenderungan masyarakat mengikuti opini yang terlihat dominan di lini masa mereka.
Namun, ia mengingatkan bahwa ketika buzzer digunakan secara manipulatif, dampaknya bisa destruktif.
"Jika dikelola secara tidak etis, buzzer dapat mempercepat polarisasi sosial, memperkeruh ruang publik, dan menyebarkan disinformasi," tambahnya
Hari juga membahas peran akun bot dan kecerdasan buatan (AI) dalam memperkuat pengaruh buzzer.
Menurutnya, meningkatnya penggunaan akun otomatis dan semi-otomatis telah mengubah lanskap wacana publik. Akun-akun ini mampu menyebarkan pesan dalam volume besar dan digunakan secara strategis untuk membentuk opini publik, sehingga kualitas diskursus menurun.
"Ruang digital kita makin dipenuhi oleh noise ketimbang dialog yang substansial," jelasnya.
Kondisi ini, sebutnya, memperbesar risiko terciptanya echo chambers, yakni ruang gema digital yang hanya menampilkan pandangan seragam.
Menghadapi tantangan tersebut, Hari menekankan perlunya peningkatan literasi digital guna membangun kesadaran masyarakat. Ia mengutip gagasan filter failure dari Clay Shirky, bahwa permasalahan utama bukan terletak pada jumlah informasi, melainkan kegagalan dalam memfilter informasi penting dan akurat.
Strategi yang disarankan meliputi integrasi kurikulum literasi digital, perluasan program edukasi untuk populasi dewasa dan lansia, serta intervensi pemeriksaan fakta yang tidak menimbulkan skeptisisme ekstrem terhadap sumber informasi sah.
Selain itu, kampanye publik untuk mengenali berita palsu dan pelatihan keterampilan analisis visual juga diperlukan.
Hari menjelaskan, "Semua strategi ini diarahkan untuk memperbaiki filter failure, membangun kembali mekanisme penyaringan informasi di tingkat individu dan komunitas."
Kembali ia tegaskan, tanpa filter yang baik, masyarakat berisiko besar terjebak dalam banjir informasi palsu, memperburuk polarisasi, dan memperlemah kualitas diskursus publik yang sehat. (Z-1)
Bawaslu harus memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik bersumber dari data yang sahih, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tidak semua informasi di media sosial itu penting, sebab informasi penting tetap akan diterima meski tidak selalu terhubung gawai.
Pengguna media sosial perlu secara cermat memilah dan memilih informasi yang akan dibaca maupun dibagikan.
Berita negatif bisa membuat kita overwhelmed, bahkan menjadi stres dan kemudian berkembang menjadi masalah-masalah kesehatan mental lainnya.
Ia menyarankan masyarakat untuk memilah dan memilih berita yang benar-benar bermanfaat.
Isu yang kerap beredar di masyarakat tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri.
Musim kemarau basah pada 2025 menjadi penghambat serius bagi siklus hidup pohon rambutan yang membutuhkan perlakuan alam tertentu untuk berbunga.
Gejolak harga bahan baku pakan kerap menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan di Indonesia.
Daging buah manggis mengandung pektin dan polifenol, sedangkan kulitnya mengandung xanthon, tanin, flavonoid, dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami.
Hilangnya jutaan hektare hutan akibat pembalakan liar telah merusak fungsi hidrologi daerah aliran sungai (DAS).
Inovasi rompi antipeluru berbahan serat sawit hasil riset tim IPB University resmi dinyatakan lolos uji balistik militer dan tersertifikasi oleh Dislitbang TNI AD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved