Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DAUN kelor, atau Moringa oleifera, telah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan.
Berasal dari Asia Selatan, tanaman ini kini banyak dibudidayakan di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Daun kelor kerap dijuluki sebagai “pohon ajaib” karena kandungan nutrisinya yang sangat tinggi dan manfaatnya yang beragam.
Daun kelor mengandung senyawa antioksidan seperti quercetin dan asam klorogenat yang berperan penting dalam menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Dengan menstabilkan kedua faktor tersebut, daun kelor membantu menjaga fungsi jantung tetap optimal dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Kandungan vitamin C, beta-karoten, dan flavonoid dalam daun kelor membuatnya menjadi salah satu sumber antioksidan yang kuat.
Antioksidan berfungsi melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh dan memicu berbagai penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan penuaan dini.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Hal ini disebabkan oleh adanya senyawa seperti isothiocyanate yang membantu meningkatkan sensitivitas insulin.
Ini menjadi kabar baik bagi penderita diabetes tipe 2 atau mereka yang ingin mencegah penyakit tersebut.
Daun kelor mengandung serat alami yang membantu memperlancar proses pencernaan dan mencegah sembelit. Selain itu, sifat anti-inflamasi pada daun kelor juga dapat membantu meredakan gangguan lambung ringan seperti gastritis.
Kandungan vitamin A dan C yang tinggi pada daun kelor membuatnya efektif dalam meningkatkan imunitas tubuh.
Vitamin C berperan sebagai pelindung tubuh terhadap infeksi, sementara vitamin A penting untuk menjaga kesehatan kulit dan sistem pernapasan.
Daun kelor juga kaya akan vitamin A dan beta-karoten, yang penting untuk menjaga penglihatan tetap baik. Konsumsi rutin daun kelor dapat membantu mengurangi risiko gangguan mata seperti rabun senja dan degenerasi makula.
Daun kelor memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba yang mendukung proses detoksifikasi alami tubuh, khususnya pada hati. Mengonsumsi daun kelor secara teratur diyakini membantu tubuh membuang zat-zat beracun dan menjaga kesehatan organ hati.
Daun kelor merupakan contoh nyata bagaimana tanaman lokal bisa memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan.
Dengan beragam kandungan nutrisinya, daun ini layak dijadikan bagian dari pola makan sehari-hari, baik dalam bentuk teh, kapsul, maupun sebagai sayur.
Meski alami, sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi atau tenaga medis sebelum mengonsumsi dalam jumlah besar, terutama bagi penderita penyakit kronis atau mereka yang sedang menjalani pengobatan tertentu.
Sumber: allodokter
Daun kelor aman jika dikonsumsi wajar, namun tidak dianjurkan digunakan langsung pada mata atau bagian tubuh sensitif tanpa pengawasan medis.
Tanaman yang tumbuh liar di pekarangan rumah masyarakat Indonesia ini ternyata menyimpan potensi global melalui vitamin, mineral, dan antioksidan yang lengkap.
Tanaman ini sering disebut sebagai pohon kehidupan karena hampir semua bagiannya bermanfaat, mulai dari daun, biji, batang, hingga akarnya.
9 manfaat daun saga untuk kesehatan: redakan batuk, obati sariawan, hingga tingkatkan imun dengan herbal kaya antioksidan dan senyawa aktif alami.
Khasiat daun kelor untuk kesehatan lainnya adalah membantu menurunkan risiko kanker. Manfaat daun kelor tersebut diperoleh dari kandungan niazimicin di dalam kelor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved