Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJADIAN keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus terjadi menandakan belum optimalnya pengawasan dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) atau sistem manajemen keamanan pangan yang sistematis.
"Penyiapan makanan massal harus memperhatikan dan menerapkan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points dari mulai pemilihan bahan makanan, penyimpanan, pengolahan, pembagian porsi, pengemasan dan pengiriman makanan harus bersih dan diawasi semua titik kontrolnya," kata dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata saat dihubungi, Selasa (13/5).
Ia menjelaskan bila terjadi satu kesalahan pada satu titik kontrol, dalam prosedur HACCP sudah diatur cara penanganannya dengan begitu kasus keracunan akan bisa dicegah.
"Tapi sayangnya prinsip HACCP dalam penanganan makanan MBG ini belum diterapkan. Tentu harus diterapkan prinsip HACCP itu, masalahnya biaya akan membengkak. Sekarang dana dari pusat sekitar Rp15 ribu per kali makan MBG," ujarnya.
Dengan dana yang terbatas tersebut maka akan sulit mendapatkan bahan baku yang berkualitas. Selain itu, Sumber daya manusia (SDM) yang mengerjakan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga tidak maksimal. Maka diperlukan adanya HACCP.
Diberitakan sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) lakukan uji laboratorium atau kasus ratusan pelajar di Bogor, Jawa Barat yang alami keracunan dengan dugaan karena menu MBG.
Dihubungi terpisah, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyebut kasus keracunan MBG di Bogor karena bahan baku dan proses pemasakan menu.
"Disebabkan bahan baku dan processing," sebutnya. (H-2)
Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP lanjutan dan mengambil sampel makanan serta air mineral dalam kasus penemuan tiga jenazah satu keluarga di Warakas, yang diduga keracunan makanan
Polisi menyebut tiga korban satu keluarga yang ditemukan tewas di kontrakan Warakas, Jakarta Utara, mengeluarkan busa dari mulut. Penyebab kematian masih diselidiki.
Polres Metro Jakarta Utara menyelidiki dugaan keracunan makanan yang menewaskan tiga penghuni kontrakan di Jalan Warakas. Polisi masih melakukan olah TKP.
Polisi mengevakuasi tiga jasad korban yang diduga keracunan makanan dari kontrakan di Jalan Warakas, Jakarta Utara, ke RS Polri Kramat Jati dan menunggu hasil uji penyebab kematian.
Seorang ibu dan dua anak ditemukan tewas di rumah kontrakan Jalan Warakas, Jakarta Utara. Polisi mengamankan bungkus makanan dan menyelidiki penyebab kematian.
Tiga anggota satu keluarga ditemukan tewas di rumah kontrakan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi menduga korban mengalami keracunan makanan dan masih menyelidiki kasus ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved