Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D menekankan pentingnya integrasi pendidikan dengan kearifan lokal dan potensi daerah. Hal tersebut disampaikan Menteri Brian dalam wisuda ke-52 Universitas Sahid (Usahid) yang mengangkat tema Budaya dan Pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (10/5) di Puri Agung Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta Pusat. Usahid menggelar acara wisuda 346 lulusan dari berbagai program studi, mulai dari jenjang Diploma hingga Doktoral.
"Inisiatif Usahid mengangkat tema budaya dan pariwisata NTT dalam wisuda ini sejalan dengan semangat Program Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Pendidikan tinggi harus mampu menjadi katalisator dalam mengembangkan potensi daerah melalui inovasi berbasis kearifan lokal," ungkapnya.
Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, M.Si, yang juga merupakan alumni Universitas Sahid, menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan almamaternya.
"Sebagai alumni, saya sangat bangga melihat Usahid terus berkembang dan berinovasi. Pengembangan SDM di bidang pariwisata dan kewirausahaan sangat strategis untuk mendukung peningkatan perdagangan dan ekonomi kreatif Indonesia. Konsep wisuda yang mengangkat budaya dan pariwisata NTT ini juga menunjukkan komitmen Usahid dalam mendukung pembangunan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian timur," ujarnya.
Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya, Prof. Dr. Nugroho B Sukamdani, MBA, BET, menekankan komitmen Universitas Sahid untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan sumber daya manusia unggul.
"Universitas Sahid sebagai Tourism and Entrepreneurial University berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui pendidikan berkualitas. Kami terus mendorong peningkatan fasilitas, kualitas akademik, dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi yang unggul di bidang pariwisata dan kewirausahaan," ujarnya.
Prof. Dr. Nugroho B Sukamdani menekankan pentingnya karakter bagi lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja. "Kalau orang tidak berkarakter maka hanya akan asal melangkah saja dalam hidupnya tanpa tujuan yang jelas," kata Prof Nugroho dalam perbincangan dengan media.
"Mahasiswa kita didik untuk berkolaborasi, membangun jejaring, dan berpikir dinamis dan kritis, kreatif. Dengan demikian kita tidak mengajari mereka menjadi pintar, namun mengeluarkan kepintaran itu agar teguh berkarakter menjadi diri sendiri berbekal kemampuan yang dimiliki," lanjutnya.

Sementara itu, Plt Kepala LLDIKTI Wilayah III Tri Munanto, SE, M.Ak menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi Universitas Sahid dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
"Usahid telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mengimplementasikan berbagai program pemerintah, termasuk Program Diktisaintek Berdampak. Peningkatan akreditasi dan kualitas pendidikan di Usahid merupakan bukti nyata keseriusan institusi ini dalam berkontribusi pada pembangunan SDM Indonesia," tandasnya. (H-2)
Universitas Sahid (Usahid) Jakarta resmi menerima sertifikat akreditasi perguruan tinggi dengan predikat Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Selama KKN, mahasiswa dan dosen sangat membantu meningkatkan keahlian masyarakat, karena edukasi yang diberikan sangat bermanfaat di antaranya pelatihan kewirausahaan.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Sahid (Usahid) sukses gelar kembali Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang rutin dilakukan tiap tahunnya.
Sebagai bentuk syukur dan bentuk nyata pengabdian masyarakat pihak Yayasan juga memberi 400 beasiswa bebas UKT kepada mahasiswa baru.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Wisudawan ini juga dibekali dengan pendalaman berupa integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia profesional.
Kepada para wisudawan, Rektor berpesan kehidupan akan menguji sesuatu yang lebih dalam: kemampuan untuk tetap jernih ketika dunia menjadi gaduh.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Sebanyak 28% lulusan Universitas Prasetya Mulya tercatat telah membangun usaha, baik berupa STEM-driven business maupun traditional business.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved