Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MINUMAN berenergi sering dianggap sebagai solusi cepat untuk meningkatkan stamina dan fokus. Namun, jika dikonsumsi secara rutin, minuman ini bisa menimbulkan risiko kesehatan serius, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
Popularitasnya yang tinggi di kalangan remaja dan dewasa muda membuat isu ini semakin penting untuk diperhatikan.
Penelitian dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) menunjukkan bahwa minuman berenergi mengandung kadar tinggi kafein, taurin, guarana, dan gula. Kafein—komponen utama—dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, gangguan tidur, serta kecemasan.
Khusus bagi anak-anak, yang sistem sarafnya masih berkembang, efek kafein bisa jauh lebih berbahaya. NCBI menyatakan bahwa anak-anak lebih rentan terhadap dampak kafein karena metabolisme tubuh mereka belum matang sepenuhnya.
Selain kafein, tingginya kandungan gula dalam minuman berenergi berpotensi menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 serta penyakit jantung. Ketika minuman ini menjadi bagian dari konsumsi harian, risiko kecanduan kafein juga meningkat—terutama pada remaja.
Menurut The American Journal of Clinical Nutrition, konsumsi kafein berlebihan pada orang dewasa dapat memicu gangguan kardiovaskular seperti hipertensi dan aritmia jantung. Studi tersebut menekankan bahwa kafein bisa memperburuk kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya.
Pada tahun 2023 di Indonesia, tujuh siswa sekolah dasar dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi minuman berenergi. Gejala yang muncul antara lain mual, pusing, dan muntah. Meski produk ini memiliki izin edar, risiko bagi anak-anak tetap tinggi.
Orang tua dan orang dewasa perlu membatasi konsumsi minuman berenergi, terutama pada anak-anak. Sebagai alternatif, air putih, jus buah alami, dan susu rendah lemak bisa menjadi pilihan yang jauh lebih aman. Edukasi tentang zat adiktif dan penerapan pola hidup sehat juga penting untuk membentuk kebiasaan baik sejak dini.
Kesadaran masyarakat terhadap bahaya minuman berenergi sangat penting, terlebih di tengah tren konsumsi yang terus meningkat. Dengan membatasi konsumsi dan memilih minuman yang lebih sehat, kita bisa mencegah berbagai risiko kesehatan jangka panjang. (National Center for Biotechnology Information (NCBI), The American Journal of Clinical Nutrition/Z-10)
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang mengungkap konsumsi pengawet makanan olahan dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 47%. Simak penjelasannya.
Waspadai penyakit berbahaya dari tikus, mulai dari leptospirosis hingga RBF. Kenali penularan, gejala, dan langkah pertolongan pertama setelah gigitan tikus
Gigitan tikus sering kali dianggap remeh, padahal bisa menimbulkan penyakit serius yang berpotensi mengancam nyawa.
MEMASUKI musim hujan, kondisi udara yang lebih dingin dan tingkat kelembapan yang meningkat membawa risiko baru bagi kesehatan masyarakat.
Meski memberi bonus satu jam tidur, perubahan jam daylight saving time terbukti bisa meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gangguan suasana hati.
Ceker ayam lezat tapi berisiko jika dikonsumsi berlebihan. Ketahui bahaya, kandungan, dan tips aman agar tetap sehat tanpa kehilangan kenikmatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved