Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Gigitan tikus sering kali dianggap remeh, padahal bisa menimbulkan penyakit serius yang berpotensi mengancam nyawa. Mengutip dari laman CDC di Amerika, salah satu infeksi yang dikhawatirkan dari hewan kecil ini adalah Rat Bite Fever (RBF), penyakit langka tetapi berbahaya yang dapat menular melalui gigitan, cakaran, atau kontak dengan air liur serta urine tikus.
RBF merupakan infeksi bakteri yang secara alami hidup di dalam tubuh hewan pengerat, seperti tikus, mencit, gerbil, marmut, hingga tupai.
Menurut penjelasan ilmiah, hewan-hewan ini tidak menunjukkan gejala sakit meski membawa bakteri berbahaya. Artinya, seseorang tidak dapat menilai apakah seekor tikus membawa bakteri penyebab RBF hanya dari penampilan luar tikus saja.
Seseorang yang terinfeksi biasanya mulai menunjukkan gejala dalam waktu 3 hingga 10 hari setelah terpapar. Pada kasus tertentu, terutama infeksi yang terjadi di Asia, gejalanya dapat berupa demam, ruam, pembengkakan pada area gigitan, serta pembesaran kelenjar getah bening. Sementara pada jenis infeksi yang lebih umum ditemukan di Amerika Utara, penderita juga bisa mengalami nyeri otot, muntah, atau rasa tidak enak badan.
Karena bakteri penyebab RBF tahan terhadap beberapa antibiotik umum, pengobatan yang tepat dan cepat sangat penting untuk mencegah perburukan penyakit. Jika tidak ditangani, infeksi bisa menyebar ke organ vital.
RBF dapat menyebabkan pembentukan kantong berisi cairan terinfeksi di dalam tubuh, termasuk di area perut. Penyakit ini juga bisa menginfeksi berbagai organ penting, seperti hati, ginjal, paru-paru, jantung, otak, dan sistem saraf. Walaupun kasus komplikasi tergolong jarang, dampaknya bisa sangat serius dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.
Selain itu, meski penularan langsung dari manusia ke manusia tidak mungkin terjadi, beberapa hewan seperti anjing, kucing, kelinci, dan ferret dapat terinfeksi setelah kontak dengan tikus. Artinya, risiko bisa meningkat jika hewan peliharaan yang tinggal di rumah pernah bersentuhan dengan tikus liar.
Orang yang memelihara hewan pengerat, seperti hamster, marmut, atau tikus peliharaan memiliki risiko lebih tinggi. Begitu pula mereka yang menangani hewan pengerat sebagai pakan reptil, pekerja toko hewan, hingga staf laboratorium yang berkutat dengan hewan uji. Meski demikian, siapa pun bisa terpapar jika tinggal atau beraktivitas di area dengan populasi tikus tinggi.
Mengingat risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan, langkah pencegahan menjadi hal utama. Masyarakat disarankan menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat maupun tempat-tempat yang dipenuhi tikus. Jika terpaksa menangani hewan pengerat, pastikan menggunakan sarung tangan, menjaga kebersihan tangan, serta melakukan disinfeksi pada area atau benda yang berpotensi terkontaminasi.
Bagi pemilik hewan pengerat atau pekerja laboratorium, mengikuti panduan penanganan hewan kecil dari lembaga kesehatan. Meskipun RBF merupakan penyakit langka, kewaspadaan terhadap gigitan tikus tetap penting. Mengenali gejala dan mendapatkan perawatan medis sedini mungkin dapat mencegah komplikasi serius dan bahkan menyelamatkan nyawa. (CDC/Z-10)
Jangan abaikan jika Anda sering merasa kelelahan, sakit kepala berat, atau mengalami gangguan penglihatan tanpa sebab yang jelas.
Tahukah kamu? Stres bukan cuma bikin pikiran penat, tapi juga bisa memicu penyakit serius.
Lebih dari setengah populasi dunia diprediksi akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2050.
Perlemakan hati atau fatty liver disease adalah kondisi medis yang terjadi akibat penumpukan lemak berlebih di dalam hati. Kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas
Tikus adalah hewan pengerat yang dapat membawa berbagai penyakit berbahaya bagi keluarga. Selain risiko Demam Gigitan Tikus (Rat Bite Fever), tikus juga dapat menyebarkan Leptospirosis.
Waspadai penyakit berbahaya dari tikus, mulai dari leptospirosis hingga RBF. Kenali penularan, gejala, dan langkah pertolongan pertama setelah gigitan tikus
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved