Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BISAKAH manusia melalukan percakapan dengan lumba-lumba di masa depan? Studi terbaru mengungkapkan mamalia laut satu ini mengetahui sebagian dari bahasa manusia.
Dalam pers yang dirilis J&J Publishing pada 23 April lalu, sebuah penerbit pendidikan dan sains yang berfokus pada lumba-lumba merilis sebuah makal berjudul “Vokalisasi Lumba-Lumba Baru”. Ini mengungkapkan kemampuan kognitif lumba-lumba yang rumit dan pemahaman canggih tentang mimikri sebagai alat untuk komunikasi antarspesies.
Studi juga mencatat lumba-lumba mengembangkan kemampuannya dalam menghasilkan suara spesifik. Di mana diukur dengan kompleksitas, frekuensi, dan amplitudo dengan meniru vokalisasi yang menyerupai suara vokal manusia yaitu A,I,U,E,O.
Tidak seperti manusia yang berkomunikasi secara pendengaran dengan mulut dan pita suara. Vokalisasi lumba-lumba menggunakan lubang angin dan kantung udara pada bagian tubuhnya. Suara yang dikeluarkan bisa menciptakan berbagai oktaf.
Peneliti dari SpeakDolphin juga berfokus pada lumba-lumba bernama Zeus untuk dijadikan penelitian setelah memperhatikan vokalisasi spontan hewan tersebut.
“Karena mereka hidup di lingkungan akuatik, otak lumba-lumba beradaptasi memproses suara jauh lebih cepat daripada manusia. Sebagai peneliti, seringkali sulit untuk mengenali pola akustik lumba-lumba yang sangat cepat saat merekam di lokasi," ujar Jack Kassewitz, Pemimpin peneliti dari SpeakDolphin.
Begitu peneliti menangkapnya, dia baru menyadari suara vokal ya berbeda dari lumba-lumba lainnya. Para peneliti yakin bahwa beberapa lumba-lumba lainnya memiliki ketertarikan berkomunikasi dengan manusia.
“Saya yakin bahwa beberapa lumba-lumba, Zeus khususnya bertekad berkomunikasi dengan kita seperti halnya dengan mereka. Kami telah mendapat laporan anekdot selama beberapa dekade tentang mimikri lumba-lumba serupa. Akhirnya kami bisa menganalisis vokalisasi ini dengan perangkat lunak canggih kami,” sambung Jack Kassewitz.
Jack Kassewitz juga menambahkan, perbedaan antara suara yang dibuat lumba-lumba terhubung satu sama lain versus suara yang dibuat terhadap manusia di atas air. Ketika lumba-lumba bersuara di atas permukaan air, itu hampir mendapatkan perhatian manusia di dekatnya. Vokalisasi vokal Zeus dibuat dengan kepalanya di atas air dan diarahkan kepada tim peneliti untuk menunjukkan usaha mereka dalam mengeluarkan suara.
Penelitian ini dilakukan beberapa minggu setelah Google mengumumkan bahwa kemajuannnya dalam komunikasi manusia dan lumba-lumba menggunakan AI. Model AI menggunakan tokenizer SoundStream, sebuah teknologi audio Google untuk menciptakan kembali suara lumba-lumba yang mengidentifikasi pola suara berulang, kelompok, dan urutan yang dapat diandalkan. (People/Z-2)
Suara yang sangat keras tidak hanya mengganggu telinga; paparan kebisingan di atas batas aman dapat merusak pendengaran secara permanen.
Penutupan kegiatan Wonder Voice of Indonesia sekaligus menjadi momentum lahirnya Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia).
Kemampuan utama seorang pengisi suara ada pada teknik dalam membawakan naskah agar terdengar hidup dan dapat menyampaikan pesan dengan tepat.
Studi lintas spesies dari Universitas Eötvös Loránd mengungkap bagaimana otak manusia, anjing, dan babi memproses suara.
NasDem perlu memperluas basis dukungan di Jawa, menyasar pemilih kelas menengah bawah, dan menjangkau generasi muda.
Paparan suara keras secara terus menerus dapat menyebabkan tinitus kronis atau telinga berdenging dan penurunan pendengaran secara progresif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved