Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT pendidikan sekaligus CEO Jurusanku Ina Liem menegaskan bahwa wacana dikembalikannya peminatan jurusan di jenjang SMA, merupakan kemunduran bagi pendidikan di Indonesia.
“Jelas sebuah kemunduran. Saya tidak menemukan alasan logis di balik kebijakan ini. Dengan dihapusnya sekat-sekat penjurusan di kurikulum merdeka, sebetulnya siswa tetap boleh memilih 4 mata pelajaran IPA semua, 4 mata pelajaran IPS semua, atau kombinasi 2 IPA + 2 IPS, dan seterusnya,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (13/4).
Lebih lanjut, menurut Ina Liem kebijakan ini hanya akan semakin memperkuat adanya sentimen dari pimpinan di sektor pendidikan saat ini dengan kebijakan di pimpinan sebelumnya.
“Oleh sebab itu sudah sulit ditangkis anggapan bahwa menteri yang sekarang masih ada kecenderungan sakit hati dengan menteri sebelumnya, sehingga kebijakan yang dibuat atas dasar yang penting membatalkan apapun yang dilakukan Mas Nadiem,” tegas Ina Liem.
“Coba kita lihat satu persatu. UN diselenggarakan kembali, program sekolah penggerak diakhiri, program guru penggerak diganti, program pelajar Pancasila diganti lulusan berdimensi 8 (berkebhinekaan global hilang), dan sekarang IPA IPS juga dikembalikan,” sambungnya.
Menurut Ina Liem, apabila kebijakan ini diteruskan akan membahayakan sektor pendidikan di Indonesia.
“Jutaan generasi bangsa dikorbankan. Anggaran negara yang sudah digunakan untuk transformasi pendidikan menjadi sia-sia. Dunia sudah bergerak maju, kita malah putar balik dan berjalan mundur,” tandasnya.(H-4)
TES minat dan bakat membantu siswa menemukan potensi dan minat yang sesuai, juga membuat keputusan tepat memilih jurusan pendidikan dan merencanakan karir masa depan.
Tempat praktik yang digunakan bukan merupakan aset pribadi, melainkan unit yang disewa secara harian maupun mingguan.
Sebanyak 67,9 persen satuan pendidikan akan melaksanakan TKA secara daring, 12,2 persen secara semi-daring, dan 19,9 persen masih dalam tahap finalisasi moda pelaksanaan.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan sekolah-sekolah di daerah di kawasan terdepan, terluar, tertinggal (3T) yang menunjukkan antusiasme tinggi.
Workshop ini akan memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung melalui berbagai kegiatan praktis dalam bidang STEM.
Tania mendorong Dinas Pendidikan mengevaluasi menyeluruh terkait kebijakan sekolah gratis. Terutama dalam pengembangan strategi yang lebih inklusif.
Saat ini masih terdapat sejumlah wilayah kecamatan, khususnya pinggiran yang masih minim akan akses, serta sarana pendidikan di tingkat SMA negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved