Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA pola makan sehat sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit, salah satunya adalah diabetes. Konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit ini, sehingga perlu dibatasi. Bagi penderita diabetes tipe 2, pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan dengan bantuan obat seperti metformin.
Metformin adalah obat yang digunakan untuk menstabilkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Dengan kadar gula yang terkontrol, risiko komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung dapat dikurangi.
Obat ini bekerja dengan beberapa mekanisme utama, yaitu:
Dengan cara kerja ini, metformin membantu menurunkan kadar gula darah secara efektif.
Setelah dikonsumsi, metformin mulai bekerja dalam waktu 24 jam untuk menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu, obat ini biasanya dikonsumsi sekali sehari agar kadar gula tetap stabil sepanjang hari. Metformin memiliki waktu paruh sekitar enam jam, dan dalam 24 jam, sebagian besar obat ini sudah dieliminasi dari tubuh.
Meskipun metformin tidak dapat menyembuhkan diabetes, obat ini membantu tubuh dalam mengelola kadar gula darah dengan lebih baik. Dengan konsumsi yang tepat sesuai anjuran dokter, metformin dapat membantu penderita diabetes menjalani hidup lebih sehat dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang (allodokter/halodoc/Z-2)
Serat dalam salak membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Namun, konsumsinya harus seimbang agar tidak menyebabkan masalah pencernaan.
golongan darah juga dapat memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.
Menurut Healthline dan Cleveland Clinic, resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved