Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYOAL Sekolah Rakyat yang kabarnya akan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026, pengamat pendidikan sekaligus CEO Jurusanku, Ina Liem mengatakan bahwa konsep sekolah rakyat merupakan hal yang baik itu dilakukan.
Dia merasa bahwa Sekolah Rakyat yang akan memberlakukan konsep asrama akan membantu anak-anak dari keluarga miskin ekstrem untuk dapat bersekolah tanpa harus ikut mencari nafkah.
“Sekolah asrama memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem untuk tetap bersekolah tanpa harus terbebani dengan keharusan bekerja membantu orangtua. Ini mengatasi masalah anak-anak putus sekolah karena harus membantu orangtua bekerja,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (9/3).
Lebih lanjut, Ina Liem menambahkan bahwa Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah pembentukan nilai-nilai kebangsaan, keterampilan hidup, dan wawasan yang lebih luas bagi anak-anak yang mungkin sebelumnya memiliki akses terbatas terhadap pendidikan berkualitas.
“Dengan kurikulum yang tepat, anak-anak ini bisa mendapatkan pendidikan yang lebih terbuka dan inklusif, memperkuat nilai-nilai keberagaman dan kebersamaan,” ujar Ina Liem.
“Jadi menurut saya konsep ini layak dicoba sebagai pilot project, toh belum nasional. Sambil kita pelajari, awasi bersama implementasinya,” sambungnya.
Secara terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan bahwa Sekolah Rakyat akan berada di bawah Kementerian Sosial sebagai pelaksana.
“Itu kebijakan Bapak Presiden (Sekolah Rakyat). Kami sebagai menteri akan mematuhi. Pelaksananya Kementerian Sosial, bukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” tandas Abdul Mu’ti. (H-2)
Penghitungan kerusakan didasarkan pada kerusakan ruang esensial seperti ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, dan ruang kepala sekolah.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti resmikan gedung Ibnu Abbas BSD, soroti mutu pendidikan dan angka putus sekolah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti kembali meraih penghargaan nasional. Kali ini, ia dianugerahi predikat Tokoh Pencetak Karakter Unggul Pelajar Indonesia.
BELUM lama ini, pemerintah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera di Sekolah.
Dalam rangka penanganan bencana Sumatra, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Kemendikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp5,03 triliun.
Mu’ti berpesan untuk melahirkan generasi yang unggul perlu tekun, sabar, mendidik anak-anak menjadi generasi yang taat melaksanakan salat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved