Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGKAT harapan hidup seseorang dipengaruhi banyak faktor. Dimulai dari genetika hingga gaya hidup. Namun, penelitian menunjukkan secara umum, perempuan memiliki usia harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan pria.
Di negara maju, misalnya, perempuan rata-rata hidup 3–4 tahun lebih lama. Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, tetapi berkaitan dengan faktor biologis, gaya hidup, hingga kecenderungan sosial yang membentuk pola kesehatan pria dan perempuan secara berbeda. Lantas, apa yang membuat perempuan lebih unggul dalam hal umur panjang?
Perempuan memiliki dua kromosom X (XX), sementara pria hanya memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY). Keunggulan ini membuat perempuan lebih tahan terhadap mutasi genetik karena jika salah satu kromosom X mengalami kerusakan, masih ada cadangan kromosom X lainnya yang dapat menggantikan fungsinya. Selain itu, perempuan memiliki risiko lebih rendah terkena infeksi dibandingkan pria.
Perempuan memiliki kadar hormon estrogen yang lebih tinggi dibandingkan pria. Hormon ini berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melancarkan peredaran darah, serta memiliki sifat antioksidan yang dapat mengurangi risiko berbagai penyakit serius, seperti stroke, penyakit jantung, dan diabetes.
Secara umum, perempuan lebih memperhatikan kesehatan dibandingkan pria. Mereka lebih sering menjalani pola hidup sehat, seperti menghindari rokok dan alkohol, memilih makanan bergizi, serta rutin memeriksakan kesehatannya. Kesadaran ini berkontribusi pada usia harapan hidup yang lebih panjang.
Meskipun tidak berlaku untuk semua individu, pria cenderung lebih sering melakukan tindakan berisiko dibandingkan perempuan, seperti mengemudi ugal-ugalan, terlibat dalam perkelahian, atau melakukan aktivitas ekstrem. Perilaku ini meningkatkan risiko cedera dan kematian dini.
Perempuan cenderung memiliki keterampilan sosial yang lebih baik dibandingkan pria dan lebih mudah membangun hubungan, bahkan di lingkungan baru. Penelitian menunjukkan individu yang aktif bersosialisasi memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang cenderung menyendiri.
Perbedaan ini juga terlihat dalam cara pria dan perempuan mengelola stres. Jika sebagian besar pria lebih memilih memendam perasaan dan kekhawatiran, perempuan lebih sering berbagi cerita atau curhat dengan orang yang mereka percayai. Kebiasaan ini membantu mengurangi stres, sehingga berdampak positif pada kualitas hidup mereka. (Alodokter/Z-2)
Penelitian terbaru di Kopenhagen menegaskan bahwa tiap jenis olahraga memiliki pengaruh berbeda terhadap panjang umur.
Harapan hidup manusia meningkat pesat berkat inovasi medis, namun semakin banyak orang usia lanjut dan produktif menderita penyakit kronis.
Penelitian Universitas Negeri Ohio ungkap warga yang tinggal dekat laut punya harapan hidup lebih panjang. Faktor lingkungan dan sosial jadi kunci utama.
Individu dengan otak dan kekebalan tubuh yang lebih muda secara biologis memiliki peluang hidup lebih panjang hingga 56%.
Kelompok pro-Israel UKLFI menuai kecaman internasional setelah menyebut perang di Gaza dapat meningkatkan harapan hidup, karena menurunkan tingkat obesitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved