Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa lubang hitam supermasif yang terletak di pusat galaksi Bima Sakti sangat aktif, mengeluarkan semburan cahaya yang tak henti-hentinya ke luar angkasa.
Sebuah studi terbaru yang dilakukan menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA telah mengungkap beragam cahaya yang berasal dari lubang hitam Sagittarius A*, yang lebih tepatnya terkait dengan cakram akresinya, sebuah cincin material yang berputar cepat di sekelilingnya.
Ada cahaya yang muncul dalam bentuk suar singkat, mirip dengan kedipan lilin yang hanya berlangsung beberapa detik, namun ada juga letusan besar yang memproduksi hingga enam semburan terang setiap harinya.
Temuan ini, yang diterbitkan dalam The Astrophysical Journal Letters minggu ini, dapat memberikan pemahaman lebih mendalam bagi para astrofisikawan mengenai lubang hitam serta interaksinya dengan gas dan debu di sekitarnya. Selain itu, hasil penelitian ini bisa memberikan wawasan baru terkait evolusi Bima Sakti.
"Kami mengamati perubahan kecerahan yang tak terduga dan berfluktuasi," ungkap Farhad Yusef-Zadeh, seorang astronom dari Universitas Northwestern dan pemimpin penelitian tersebut. "Tiba-tiba, muncul ledakan besar kecerahan. Setelah itu, kembali tenang. Kami belum menemukan pola tertentu dalam aktivitas ini. Sepertinya semua ini terjadi secara acak. "
Tim ilmuwan di Space Telescope Science Institute di Baltimore, yang mengelola Teleskop Webb dan Teleskop Hubble, menyatakan bahwa ini adalah penelitian terpanjang dan terperinci mengenai Sagittarius A* hingga saat ini. Penelitian ini didasarkan pada waktu pengamatan selama 48 jam yang dilaksanakan dalam durasi delapan hingga sepuluh jam, selama setahun.
Dulu, keberadaan lubang hitam hanya sebatas teori yang muncul 50 tahun lalu sebuah solusi matematis untuk masalah fisika yang kompleks, hingga bahkan para astronom terkemuka pun meragukan keberadaannya.
Sekarang, lubang hitam supermasif tidak hanya diterima sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, tetapi juga telah difoto oleh sekumpulan antena radio raksasa yang terkoordinasi di Bumi. Diperkirakan bahwa hampir semua galaksi besar memiliki lubang hitam supermasif yang massanya mencapai jutaan hingga miliaran kali lipat dari massa matahari.
Satu hal yang pasti: jatuh ke dalam lubang hitam berarti kematian yang tak terhindarkan. Segala benda kosmik yang mendekat terlalu dekat akan mencapai titik tanpa kembali.
Namun, para ilmuwan juga mengamati fenomena aneh di tepi cakram akresi dari lubang hitam tersebut, mirip dengan pusaran air di saluran pembuangan. Beberapa benda kecil tampaknya dapat teralihkan secara tiba-tiba. Ketika hal ini terjadi, partikel berenergi tinggi bisa dilontarkan keluar sebagai sepasang jet, melesat ke arah berlawanan, meskipun cara kerja proses ini masih belum sepenuhnya dipahami oleh para astronom.
Sumber: Mashable
Pernahkah Anda bertanya mengapa orbit planet berbentuk datar seperti piringan? Simak penjelasan ilmiahnya.
Jauh di kedalaman rasi bintang Scutum, sekitar 5.100 tahun cahaya dari Bumi, bersemayam sebuah raksasa kosmik yang membuat Matahari kita tampak tak lebih dari sebutir pasir
Struktur ini, yang merupakan filamen materi raksasa sepanjang 50 juta tahun cahaya, berisi deretan galaksi yang tidak hanya sejajar tetapi juga berputar selaras dengan filamen induknya.
Galaksi Bima Sakti ternyata tidak sekadar berputar di angkasa. Ia juga bergerak dinamis, seperti bergoyang.
Para ilmuwan kini semakin dekat untuk membuktikan keberadaan materi gelap, objek tidak terlihat yang diyakini membentuk lebih dari seperempat isi alam semesta.
Keistimewaannya terletak pada kadar logam yang sangat rendah, sehingga keberadaannya menantang pemahaman dasar tentang bagaimana bintang dapat terbentuk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved