Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Energi Terbarukan Indonesia (METI) bersama PT PLN (Persero) kembali menggelar Seminar dan FGD METI Roundtable Talk #3 dengan tema Carbon Trading Unlocked: Insights and Strategies Across Industries. Seminar ini bertujuan untuk mendorong implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.
METI melihat perdagangan karbon sebagai peluang signifikan dalam mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan inovasi teknologi.
Ketua Umum METI, Wiluyo Kusdwiharto, menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor untuk mencapai target net zero emission (NZE). Salah satu langkah strategis adalah mengimplementasikan program perdagangan karbon yang efektif di Indonesia.
“Indonesia perlu memperkuat ekosistem dan mekanisme perdagangan karbon, termasuk melalui peningkatan kapasitas, insentif harga, penyelarasan dengan pasar global, serta penguatan regulasi dan tata kelola,” ungkap Wiluyo dalam keterangan resminya, Jumat (21/2).
Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Nilai Ekonomi Karbon Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Ary Sudijanto yang hadir mewakili Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti posisi strategis Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim.
"Berkat sumber daya alam yang melimpah dan populasi besar, Indonesia dinilai mampu mengurangi emisi hingga 31,89% secara mandiri dan 43,20% dengan dukungan internasional pada 2030, melalui pendekatan holistik dan berkelanjutan," ungkap dia.
Sementara itu, Head of Carbon Trading Development IDX Carbon, Edwin Hartanto, memaparkan pencapaian platform IDX Carbon sejak peluncurannya pada 2023. Hingga Januari 2025, IDX Carbon mencatat transaksi sebesar 1,56 juta tCO₂e, dengan total nilai transaksi Rp58,8 miliar.
"Potensi besar ini menunjukkan peran penting perdagangan karbon dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di Indonesia," bebernya.
Selain seminar, acara ini juga menghadirkan Forum Group Discussion (FGD) yang membahas empat topik utama terkait perdagangan karbon, yaitu pelaksanaan Carbon Trading di sektor BUMN, peluang Carbon Tax di sektor transportasi, sektor kehutanan dalam menyediakan pasar karbon dan bagaimana industri swasta melihat pasar karbon. (E-4)
Studi terbaru mengungkap sisi emosional hilangnya gletser dunia. Dari tujuan wisata "kesempatan terakhir" hingga ritual pemakaman es, bagaimana manusia merespons kepunahan gletser?
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Anggota Komisi XII DPR RI Mukhtarudin menyoroti ketidakjelasan manfaat nilai karbon yang diterima oleh daerah. Masih ada kebingungan mengenai realisasi dana karbon bagi daerah,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved