Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyoroti kurangnya konkretisasi metode-metode pembelajaran dan pentingnya inovasi dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, salah satu permasalahan dunia pendidikan berakar dari anggapan bahwa untuk menghadirkan inovasi, diperlukan sesuatu yang besar dan cenderung revolusioner.
“Kelemahan kita dalam dunia pendidikan bahkan dalam bangsa itu, kita senantiasa berpikir perubahan itu revolusioner, dan berharap kita itu punya seperti Bandung Bondowoso yang membangun candi semalam. Kita sering membayangkan perubahan itu hal besar dan bersifat individual bertumpu pada satu orang. Menurut saya ini pendekatan pendidikan yang keliru,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Minggu (9/2).
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perubahan hadir dari melakukan hal-hal kecil yang akan berdampak besar, terutama dalam dunia pendidikan.
“Kita itu bisa berubah gradual dan bertahap, dan perubahan-perubahan itu bisa berdampak kalau kita melaksanakannya bersama-sama,” ucapnya.
Hal ini sejalan dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas Kemendikdasmen. Dengan senantiasa menerapkan pembiasaan-pembiasaan kecil, akan menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan ini harapannya akan membentuk anak memiliki fisik, mental, serta karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin maju.
“Misalnya anaknya biasanya bangun pagi susah, kemudian sekarang ada tujuh kebiasaan mulai dari bangun pagi yang ditanamkan oleh sekolah, sekarang anak justru bisa membangunkan orang tuanya, itu perubahan, dan itu empiris, kecil tetapi punya makna yang besar, sehingga inovasi itu sekali lagi tidak harus sesuatu yang revolusioner, simpel tetapi bermakna dan itu harus dicari oleh semua guru dan penyelenggara pendidikan,” jelas Abdul Mu’ti.
Dalam dunia pendidikan, inovasi dalam pembelajaran merupakan elemen penting yang harus terus dilakukan, meskipun dalam skala kecil. Keberanian untuk berinovasi dan mengevaluasi cara mendidik menjadi kunci dalam menciptakan sistem pembelajaran yang efektif.
Abdul Mu’ti turut menyinggung bahwa salah satu pendekatan inovatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran adalah konsep bagaimana otak itu bekerja dalam proses belajar, yang dapat ditemukan melalui metode Deep Learning.
“Itulah yang nanti coba kita lakukan di dalam inovasi ini di program kami, dengan deep learning itu kan mulainya dari mindfull learning dan meaningful learning, serta joyfull learning,” tegasnya.
Mindfull Learning bertujuan untuk memastikan bahwa murid benar-benar menggunakan pikirannya dalam memahami pelajaran. Proses ini mendorong murid untuk aktif berpikir, bukan sekadar menerima informasi secara pasif. Ketika murid terlibat secara mendalam dalam proses belajar, mereka akan lebih memahami materi dan memiliki pengalaman belajar yang lebih bermakna. Selain itu, dengan metode ini, guru tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga mendorong murid untuk berpikir kritis.
“Tidak menyalahkan murid tapi mengajak murid berpikir, yang dia lakukan itu jangan divonis tapi beri dia kesempatan berpikir, itu namanya mindfull learning. Poin saya pada inovasinya ini pembelajarannya jangan selalu pembelajaran itu deduktif, bisa dilihat secara induktif,” jelas Abdul Mu’ti.
Pembelajaran yang meaningfull adalah ketika murid menemukan makna dalam apa yang mereka pelajari. Mereka akan merasa lebih terlibat dan menikmati proses pembelajaran jika mereka memahami tujuan dari materi yang diajarkan dan tidak merasa tertekan.
“Belajar menyenangkan itu tidak selalu nyanyi-nyanyi dan melucu, tetapi dalam pembelajarnya dia menemukan makna yang dia pelajari, dia terlibat, dan dia merasa senang dengan yang dia pelajari itu,” ujar Abdul Mu’ti.
Dengan membiarkan murid berpikir sesuai kemampuannya, suasana belajar harapannya akan menjadi lebih positif sehingga dapat menciptakan joyfull learning. “Karena semuanya tidak ditakut-takuti, jadinya joyfull , jadinya anak senang belajar,” tambahnya.
Abdul Mu’ti menitipkan pesan kepada guru-guru untuk selalu menghadirkan inovasi dalam pembelajaran.
“Jadi begitulah kira-kira inovasi itu kita lakukan simpel, bersama-sama, tapi memang kuncinya harus banyak belajar, banyak melihat dan mempunyai keinginan yang kuat untuk menjadi lebih baik, serta bersabar, tidak harus revolusioner tapi kelihatan dampak dari perubahan itu,” urai Abdul Mu’ti.
Anggota DPR RI Komisi X, Gamal Abinsaid menambahkan bahwa untuk menyiapkan generasi yang menginspirasi dan bermartabat diperlukan fokus untuk menemukan bakat dan potensinya serta kekuatan untuk bertahan dalam ketidaknyamanan.
“Satu hal yang anak-anak kita lakukan mungkin kecil dan sederhana, tapi dengan keikhlasan, kerja keras dan gotong royong, dan dibarengi dengan iman maka pastinya akan membuahkan hasil,” tandasnya. (H-2)
Menteri Mu’ti juga menyoroti peran pendidikan vokasi dalam membekali peserta didik dengan keahlian yang relevan dan dinamis.
Revitalisasi PAUD tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.
Pada 2026, Kemendikdasmen akan mengadakan pelatihan bagi guru pendamping yang akan menemani murid ABK di sekolah inklusi dan SLB.
Naufal berencana memperluas AMIRA untuk dapat digunakan dalam banyak mata pelajaran dan program keahlian, serta mengintegrasikannya dengan sistem administrasi dan penilaian.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025
Abdul Mu’ti menjelaskan sejumlah kendala teknis yang sempat mengganggu pelaksanaan TKA. Salah satunya adalah cuaca ekstrem yang menyebabkan pemadaman listrik di wilayah NTT.
Kehadiran IFP merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program hibah dari pemerintah pusat untuk mewujudkan Smart Classroom.
Implementasi solusi AI seperti EliteMentor merupakan kebutuhan strategis FPIK dalam proses pengembangan metode pembelajaran.
MAJELIS Masyayikh resmi menyerahkan surat keputusan (SK) dan sertifikat hasil asesmen kepada sejumlah satuan pendidikan pesantren sebagai bagian dari upaya penguatan mutu dan akuntabilitas
FASILITATOR Program Tanoto Foundation di UPT. SDN 30 Pasar Lapan, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, menggunakan media pembelajaran sederhana dan menyenangkan.
Inovasi Pembelajaran: Metode dan Manfaat. Temukan inovasi pembelajaran terkini! Pelajari metode efektif dan manfaatnya untuk pengalaman belajar yang lebih optimal dan relevan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved