Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMAMPUAN mengontrol emosi sangat penting, karena kemampuan ini bisa berdampak besar pada kesehatan mental maupun kualitas hidup seseorang. Kemampuan ini bisa mulai dilatih sejak usia dini.
Lalu, pada usia berapa anak bisa dilatih kemampuan mengontrol emosinya? Melansir dari laman Instagram Dokter Anakku, melatih kemampuan mengontrol emosi bisa dimulai sejak anak berusia 3-5 tahun.
"Di usia 3 sampai 5 tahun, anak ada pada tahap mulai belajar dan mencari cara untuk mengelola emosinya sesuai dengan perasaannya," penjelasan yang dilansir dari Instagram @dokteranakkuofficial.
Pada usia 3-5 tahun, orangtua bisa melatih kemampuan anak untuk mengontrol emosi dengan cara memberi kesempatan anak mengembangkan keterampilan menghadapi dan mengendalikan diri.
Caranya ialah lewat TABAH (Tenang, Ajarkan, Biarkan, Awasi, Hindari kekerasan). Simak, tips melatih anak usia 3-5 tahun mengontrol emosinya, sebagai berikut.
Beri kesempatan anak untuk bisa tenang terlebih dahulu. Apabila tidak tenang, anak akan lebih agresif.
Berikan contoh-contoh mengekspresikan emosi secara benar.
Biarkan apabila si kecil tetap tantrum, yang penting kita sudah memberinya kesempatan belajar.
Jangan sampai si kecil melakukan hal yang berbahaya untuk dirinya atau orang lain. Karenanya, orangtua perlu mengawasi anak.
Sangat penting menghindari kekerasan karena kekerasan kepada anak akan memicu agresi, sehingga tantrum anak menjadi lebih susah ditangani.
Disarankan untuk melakukan TABAH secara konsisten selama 2 minggu. Selain itu, orangtua perlu melakukannya dengan dengan empati agar orangtua mampu memahami perasaan si kecil tanpa menghakiminya. (Z-2)
Pengendara wajib memiliki sisi emosional yang terkontrol agar tidak mengambil keputusan ceroboh yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
FILM drama Musuh Dalam Selimut siap hadir di layar Bioskop tanah air mulai 8 Januari 2026. Cinta segitiga yang penuh plot twist dan memancing emosi para penonton.
Stres bisa memicu perubahan emosi dan respons tubuh.
Semakin remaja mengenali emosi dan nilai-nilainya, semakin mudah ia menentukan langkah dan pilihan hidup yang sesuai.
Kesulitan meregulasi emosi dan impulsivitas bisa menjadi salah satu faktor seorang anak dalam kenakalan yang akhirnya berujung pada tindak kriminal.
Penelitian terbaru mengungkap AI modern seperti ChatGPT mampu menjawab tes kecerdasan emosional lebih akurat dibanding manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved