Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Zenzi Suhadi menyebut banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia akhir-akhir ini sebagai bencana ekologis. Peristiwa alam yang menimbulkan bencana tersebut, katanya, terjadi akibat perbuatan manusia pada keseimbangan alam.
“Banjir dan longsor pada musim penghujan bukan karena volume airnya tetapi karena menurunnya daya serap alam pada lintasan hulu siklus air. Umumnya oleh menurunnya tutupan hutan atau pemangkasan volume gugusan karst,” ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (29/1).
Zenzi menilai bencana ekologis meskipun dipicu oleh peristiwa alam, korbannya tidak bisa disebut korban bencana alam. Namun ia juga korban kejahatan lingkungan. Menurutnya, upaya pemerintah seharusnya tidak lagi menempatkan sebagai penanganan bencana alam, tetapi penanganan kejahatan lingkungan. Tujuannya agar proses hukum mengarah ke pelimpahan beban penanganan ke pelaku kejahatan dan pemulihan fungsi lingkungan.
“Tidak adil rakyat menerima dampak dianggap sebagai korban bencana alam, tetapi pelaku penyebab menikmati keuntungan dari penderitaan rakyat,” tuturnya.(M-2)
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
SEJUMLAH aktivis lingkungan dan kreator konten resmi melaporkan serangkaian aksi teror dan intimidasi yang mereka alami ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Rabu (14/1/2026).
PDI Perjuangan (PDIP) memberikan perhatian serius terhadap ancaman bencana ekologis yang melanda berbagai wilayah Indonesia, khususnya bencana Sumatra.
Pemerintah perlu segera mengadopsi teknologi penahan air sementara di wilayah hulu yang kehilangan vegetasi.
Perayaan Natal tidak hanya sebagai perayaan iman, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi sosial, kemanusiaan, dan kepedulian ekologis masyarakat Kristen asal Sumatra Utara di Jakarta.
Bantuan tersebut merupakan amanah dari masyarakat Kepri yang ingin turut meringankan beban masyarakat di Sumbar
PRESIDEN Prabowo Subianto didesak segera mengevaluasi kinerja dan mengganti (reshuffle) menteri di Kabinet Merah Putih yang dinilai ikut bertanggung jawab atas bencana ekologis di Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved