Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSES layanan kesehatan di daerah-daerah terpencil atau pedalaman di Indonesia, sering kali terbatas. Pemerintah melalui program seperti dokter keluarga dan Puskesmas keliling berusaha untuk menjangkau wilayah-wilayah ini, namun hal ini tentu saja membutuhkan alat kesehatan berteknologi tinggi.
Untuk itu, guna meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan di Indonesia, perusahaan terdepan dalam solusi kesehatan dan teknologi medis PT Wellesta CPI mengumumkan peluncuran produk terbaru mereka, Butterfly IQ+.
Produk ultrasound portable ini mengusung teknologi Point-Of-Care Ultrasound (POCUS) yang canggih dan dirancang untuk memberikan kemudahan serta efektivitas dalam diagnosis medis.
"Peluncuran Butterfly IQ+ di Indonesia adalah langkah penting dalam misi kami untuk menghadirkan teknologi medis berkualitas tinggi yang terjangkau dan mudah diakses," ujar Country Group Head PT Wellesta CPI, Hanadi Setiarto dilansir dari keterangan resmi, Senin (27/1).
Hanadi menambahkan pihaknya percaya bahwa produk ini akan memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan di seluruh negeri. Pada acara yang dihadiri para dokter, tenaga kesehatan dan jajaran Kementerian Kesehatan ini, Hanadi mengatakan Butterfly IQ+ juga dilengkapi dengan aplikasi yang intuitif dan ramah pengguna, memungkinkan para dokter dan tenaga medis untuk mendapatkan hasil yang cepat dan akurat dengan metode non-invasif.
Produk ini telah didukung oleh berbagai penelitian dan uji klinis yang membuktikan keandalannya dalam berbagai kondisi medis.
“Dengan ketepatan ini, Butterfly IQ+ dapat mengefisiensikan biaya tindakan, misalnya biaya pemasangan jarum infus, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, terutama saat penanganan pasien dengan kebutuhan medis mendesak seperti penanganan pasien di dalam ambulans, layanan kesehatan keliling dan instalasi gawat darurat (IGD),” pungkasnya. (H-2)
Bumame menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, mulai dari masa pre-kehamilan hingga kesehatan anak, sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh 120 penerima manfaat dan turut dihadiri oleh Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja yang juga berprofesi sebagai dokter.
Baznas melalui Rumah Sehat Baznas kembali melanjutkan program Selter Ojek Sehat (SOS), layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya pengemudi ojek dan angkutan umum.
Baznas melalui Rumah Sehat Baznas kembali melanjutkan program Selter Ojek Sehat (SOS), layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya pengemudi ojek dan angkutan umum.
Hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan tidak boleh terhenti meskipun terjadi penyesuaian data kepesertaan PBI JK oleh pemerintah pusat.
KOLABORASI lintas negara dalam hal peningkatan layanan kesehatan dinilai sebagai hal yang penting untuk mendukung ekosistem kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved