Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERASAN di lingkungan pendidikan masih menjadi sorotan utama. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) sepanjang tahun 2024, tercatat 573 kasus kekerasan di sekolah.
Pelaku terbanyak dalam kasus ini adalah guru, yang mencapai 43,9%.
Selain guru, pelaku kekerasan di sekolah juga meliputi peserta didik (13,6%), tenaga kependidikan (2,5%), dan kelompok lainnya sebesar 39,8%. Kelompok "lainnya" ini mencakup petugas keamanan sekolah, orang tua, senior, geng sekolah, hingga masyarakat umum.
Meskipun guru kerap menjadi pelaku kekerasan di sekolah, mereka juga sering menjadi korban. Koordinator JPPI, Ubaid Matraji, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat (27/12), menyebutkan bahwa kasus guru menjadi korban kekerasan mencapai 10,2%. Beberapa contoh kasus adalah guru diketapel oleh murid, dipukul oleh orang tua siswa, hingga menjadi korban kriminalisasi.
“Kekerasan yang dilakukan guru sering kali berakar dari cara pendisiplinan yang salah. Hal ini harus menjadi perhatian untuk penguatan karakter guru agar tidak terjerumus dalam tindakan kekerasan,” ujar Ubaid.
Sebagai langkah penanganan, Kemendikbud-Ristek telah membentuk satuan tugas (satgas) penanggulangan kekerasan di tingkat provinsi, kabupaten, kota, hingga sekolah. Namun, efektivitas satgas ini masih dipertanyakan.
Data JPPI menunjukkan bahwa banyak orang tua tidak mengetahui keberadaan satgas di sekolah anak mereka. Selain itu, dari laporan yang masuk ke satgas, 83% masyarakat merasa tidak puas dengan penanganan kasus kekerasan di sekolah.
Penguatan karakter pendidik menjadi solusi utama untuk mengurangi kasus kekerasan. Guru harus didorong untuk menerapkan metode pendisiplinan yang konstruktif dan bebas kekerasan.
Selain itu, transparansi dan peningkatan kinerja satgas menjadi prioritas agar masyarakat merasa dilindungi dan didengar dalam setiap laporan kekerasan. (Z-10)
Perempuan korban kekerasan tertinggi ada pada kelompok remaja atau berusia 0-17 tahun sebesar 46.38% atau sebanyak 16.480 korban.
Komnas PA sudah melakukan kegiatan edukasi sebanyak 25 ribu anak dari sekitar 123 sekolah. Ketika pelakunya adalah guru biasanya anak-anak itu takut untuk melapor.
Menurut Herik, tindakan oknum tersebut yang memukul jurnalis saat melakukan peliputan bahkan menyebabkan alat kerjanya rusak,
Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendukung perkembangan siswa, bukan tempat yang menimbulkan ketakutan atau kerugian.
Berdasarkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumatera Selatan, tercatat jumlah kekerasan seksual dari Januari-Juli 2023 sebanyak 376 orang yang korbannya.
JARINGAN Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengecam keras atas viralnya insiden kekerasan di sekolah yang dialami siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, yang melibatkan oknum guru.
Implementasi regulasi sebelumnya dinilai belum optimal karena struktur pelaksanaannya masih terlalu birokratis.
Hadrian menyerukan agar semua pemangku kepentingan pendidikan mulai dari Kemendikdasmen, DPR, KPAI, pemerintah daerah, hingga orang tua bersinergi mencari solusi jangka panjang.
Perhimpunan Pendidik dan Guru (P2G) Satriawan Salim menegaskan siswa merokok dan guru melakukan kekerasan di sekolah tak bisa dinormalisasi. Hal itu terkait kasus Kepala Sekolah SMA 1 Cimarga
Gubernur Banten diminta agar tidak terburu-buru menonaktifkan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Pitria, yang diduga melakukan kekerasan kepada siswa yang merokok.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved