Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER payudara menjadi salah satu masalah kesehatan yang serius bagi perempuan di Indonesia. Data Globocan 2020 menunjukkan bahwa kanker ini merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada perempuan, mencapai 65.858 kasus baru atau sekitar 30,8% dari seluruh kasus kanker pada perempuan. Tingkat kematian pun tinggi, dengan 22.430 perempuan meninggal akibat penyakit tersebut.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan peluang hidup pasien. Ia mendorong masyarakat untuk tidak ragu-ragu memeriksakan diri sejak dini. Menurutnya, “Kanker sebaiknya dideteksi sejak awal karena peluang hidup lebih besar jika terdeteksi lebih awal dibandingkan terlambat,” ungkapnya.
Untuk mempermudah akses deteksi dini, Kementerian Kesehatan berencana menggunakan alat USG di puskesmas tidak hanya untuk memeriksa kehamilan tetapi juga untuk skrining kanker payudara. Menkes juga mengusulkan peningkatan kemampuan dokter umum melalui pelatihan agar mereka dapat melakukan skrining kanker menggunakan USG. Jika terindikasi adanya kanker, pasien akan dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani biopsi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Rasa khawatir terhadap hasil pemeriksaan sering menjadi alasan perempuan enggan memeriksakan diri. Menkes menegaskan bahwa mengetahui kondisi kanker pada stadium awal jauh lebih baik dibandingkan mengetahui pada stadium lanjut. Ia menambahkan, "Banyak perempuan enggan melakukan mamografi karena takut mengetahui kenyataan. Padahal, lebih baik mendeteksi kanker di stadium satu daripada di stadion tiga."
Sejalan dengan hal tersebut, Ni Kadek Mulyati, seorang penyintas kanker payudara, mengajak perempuan Indonesia untuk melakukan pemeriksaan dini. Ia berkata, "Ayo kita periksakan diri kita sedini mungkin untuk mengetahui apakah tubuh kita memiliki penyakit yang belum kita sadari."
Upaya deteksi dini kanker payudara terus digiatkan di berbagai fasilitas kesehatan. Di RSUD Bahteramas misalnya dokter Albertus Varera, menggunakan alat mamografi untuk pemeriksaan kesehatan pasien. Dari enam pasien yang menjalani medical check-up menggunakan mamografi, hasilnya menunjukkan kondisi normal. Selain itu, pelatihan bagi tenaga kesehatan di puskesmas juga menjadi fokus untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan.
Deteksi dini kanker payudara tidak hanya membutuhkan alat yang baik, tetapi juga tenaga kesehatan yang terampil. Pelatihan berkala untuk dokter dan bidan, seperti yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat, menjadi langkah penting untuk menjamin pemeriksaan yang merata dan berkualitas.
Dengan tersedianya peralatan, tenaga kesehatan yang kompeten, dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan angka kematian akibat kanker payudara dapat berkurang secara signifikan. Deteksi dini adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa perempuan dari ancaman kanker payudara. (Z-9)
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang sangat mempengaruhi perempuan di seluruh dunia.
Pemeriksaan mandiri (Sadari) dan pemeriksaan klinis (Sadanis) secara rutin merupakan langkah preventif paling efektif dalam mendeteksi kanker payudara.
Dengan pemeriksaan rutin, potensi kanker dapat diketahui sebelum berkembang ke tahap yang lebih berbahaya, sehingga peluang kesembuhan meningkat signifikan.
RS Santo Borromeus mengajak masyarakat untuk lebih proaktif mencari informasi mengenai kanker payudara dari sumber-sumber yang kredibel.
Deteksi dini kanker payudara: lakukan SADARI di rumah dan SADANIS di klinik. Waspadai benjolan tak nyeri, kulit seperti jeruk, serta cairan tidak normal dari puting.
Kanker payudara masih jadi pembunuh tersenyap perempuan Indonesia dengan lebih dari 66 ribu kasus baru.Minimnya deteksi dini dan akses pengobatan jadi tantangan besar
Gizi seimbang adalah kombinasi menu makanan sehari-hari yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
tim kesehatan Dinkes Sumatra Barat juga mulai mewaspadai munculnya berbagai penyakit menular di lokasi-lokasi pengungsian.
Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Pada Batch II, sebanyak 366 relawan diberangkatkan dari beberapa titik dalam beberapa gelombang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved