Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH kamu merasa nyaman di atas kasur atau sofa. Namun kamu enggan bergerak meskipun tahu banyak pekerjaan yang menanti? Atau lebih memilih duduk diam daripada beraktivitas? Jika iya, itu bisa jadi tanda kebiasaan mager atau malas gerak, yang ternyata dapat berbahaya bagi tubuhmu.
Mager atau malas gerak (sedentary lifestyle) adalah perilaku yang melibatkan sedikit aktivitas fisik, dengan pengeluaran energi yang rendah. Meskipun efeknya tidak terasa secara langsung, dampak negatif dari gaya hidup ini mulai terasa bertahun-tahun setelahnya.
Menurut WHO, gaya hidup ini termasuk salah satu dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) pada 2008 mengungkapkan kematian akibat kebiasaan malas gerak dua kali lebih banyak dibandingkan kematian karena obesitas.
Salah satu penyakit yang paling sering terjadi akibat kebiasaan ini adalah penyakit jantung. Malas gerak dapat mengganggu metabolisme lemak darah, yang menyebabkan peningkatan kolesterol jahat (LDL) dan penurunan kolesterol baik (HDL). Akibatnya, penumpukan lemak di pembuluh darah semakin parah, memperburuk aterosklerosis, dan memperberat kerja jantung.
Studi dari Stanford University mengungkapkan Indonesia memiliki tingkat malas berjalan kaki tertinggi di dunia, dengan rata-rata hanya 3.513 langkah per hari. Hal ini menunjukkan kurangnya aktivitas fisik atau kebiasaan malas gerak di Indonesia.
Oleh karena itu, selain masalah jantung, kamu juga harus waspada terhadap bahaya 'mager' lainnya.
Kurangnya aktivitas fisik mengganggu sirkulasi darah, yang dapat meningkatkan risiko pembekuan darah dan masalah pada pembuluh darah otak, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke akibat berkurangnya suplai oksigen ke otak.
Malas bergerak menyebabkan resistensi insulin, di mana tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara efisien. Hal ini menyebabkan kadar gula darah meningkat, yang pada akhirnya dapat memicu diabetes tipe 2.
Kebiasaan malas bergerak mengurangi kepadatan tulang dan massa otot. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, tubuh akan kehilangan kalsium tulang, yang menyebabkan osteoporosis, kondisi tulang menjadi rapuh dan lebih mudah patah.
Malas bergerak berhubungan langsung dengan penurunan pembakaran kalori tubuh. Jika asupan kalori lebih tinggi daripada yang dibakar, kalori berlebih akan disimpan dalam bentuk lemak, yang lama kelamaan dapat menyebabkan obesitas.
Kurangnya aktivitas fisik membuat organ tubuh, termasuk usus, menjadi kurang aktif dan tidak berfungsi secara optimal, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti konstipasi, karena proses pencernaan yang terhambat.
Kurangnya gerakan tubuh dapat mengurangi kapasitas paru-paru dalam menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida, yang akhirnya mengganggu proses pernapasan dan menyebabkan sesak napas serta penurunan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
Kebiasaan malas bergerak dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, karena kurangnya aktivitas fisik mengurangi pelepasan hormon endorfin yang berfungsi meningkatkan mood, sehingga seseorang menjadi lebih rentan mengalami stres dan perubahan suasana hati yang cepat.
Dengan mengetahui bahaya dari kebiasaan malas gerak, mari kita kurangi kebiasaan tersebut melalui aktivitas fisik. Misalnya, dengan berdiri, menaiki tangga, atau berjalan-jalan pendek, kita dapat secara bertahap meningkatkan tingkat aktivitas fisik demi mendukung kesehatan tubuh. (Kementerian Kesehatan/halodoc/Z-3)
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Diagnosis obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan biasanya obesitas memiliki batas massa lemak pada laki-laki sebesar 25% dan perempuan sebesar 35%.
Ketika waktu tidur berkurang, tubuh secara alami akan mencari kompensasi energi dari sumber lain, salah satunya melalui makanan.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Obesitas adalah penyakit kronis kompleks. Dokter spesialis gizi ungkap faktor hormonal dan sel memori yang bikin berat badan susah turun. Simak solusinya!
Berdasarkan filosofi keseimbangan Yin dan Yang, jamur kuping dipercaya mampu mengembalikan harmoni organ tubuh yang terganggu akibat penyakit.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved