Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Umum Ahlulbait Indonesia (ABI), Habib Zahir Yahya, mengatakan, ormas keagamaan di Indonesia, khususnya Islam, merupakan entitas terbesar dengan pengikut yang mencapai puluhan juta. Namun, untuk berperan aktif dalam membangun peradaban, ormas keagamaan harus menjadi gerakan berbasis budaya dan agama yang konsisten.
“Landasan sebuah peradaban adalah budaya, bukan yang lain. Karena itu, ormas Islam harus menjadikan pembangunan budaya sebagai prioritas utama,” tegas Habib Zahir, dalam Musyawarat Tertinggi (MUSTI) ke II dan Muktamar IV resmi dibuka pada Jumat, 6 Desember 2024 dengan tema Organisasi Berbudaya dan Berkearifan untuk Khidmat Keumatan dan Kebangsaan.
Ia juga menggarisbawahi bahwa pembangunan budaya harus dilakukan dengan strategi matang agar ekspresi budaya ormas tidak menjadi sasaran stigma atau diskriminasi.
Habib Zahir mengajak ABI untuk segera mengidentifikasi budaya yang berakar pada nilai-nilai keyakinan Ahlulbait, mensosialisasikannya dengan prinsip kearifan lokal, dan memperkuat kerja sama dengan organisasi lain untuk melestarikan budaya tersebut.
Dalam sesi seminar, peneliti BRIN, Ahmad Najib Burhani, mengupas peran budaya dalam membentuk identitas dan keberlanjutan ormas. Ia membandingkan ormas-ormas besar seperti NU, Muhammadiyah, ABI, dan IJABI. Menurutnya, meski terdapat perbedaan, semua ormas ini memiliki irisan budaya yang memperkuat keberlanjutan mereka.
“Ilmu pengetahuan adalah budaya. Dalam tradisi Syiah, sains dan inovasi menjadi bagian kuat dari identitas budaya yang bisa diterima luas di masyarakat tanpa kontroversi berlebihan,” jelas Prof. Najib.
Sementara itu, Ustaz Musa Kazim, anggota Dewan Syuro ABI, menegaskan bahwa ABI telah membuktikan kemampuannya hidup berdampingan dengan berbagai golongan keagamaan di Indonesia, baik Sunni, Syiah, maupun Muhammadiyah.
Seminar ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bahwa ormas keagamaan, seperti ABI, harus terus mendorong pendekatan berbasis budaya dalam menjalankan misi mereka. Pendekatan ini diyakini mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkokoh persatuan di tengah keberagaman. (Z-9)
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pentingnya peran budaya dan pendidikan sebagai kekuatan lembut (soft power) yang mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
SEBANYAK 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam sepakat mendukung Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah dalam mengajak masyarakat kembali tenang.
PENGURUS Besar (PB) Mathla'ul Anwar bersama ormas Islam se-Asia Pasifik menghadiri Asia Pacific Leadership Conference di Kampus IASIS (International Institute of Advantages Islamic Studies) Kuala Lumpur, 3-5 Mei 2025.
Mukernas 2024 bertujuan agar para peserta menekankan pentingnya menyelaraskan langkah kerja atau khidmah pengurus dengan nilai-nilai dakwah kenabian.
Organisasi Islam di Indonesia telah menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkeadilan, dan berkemajuan, salah satunya adalah Muhammaduyah.
Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai metamorfosis gerakan dan paham radikalisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved