Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUKAH Anda pada 3 Desember, dunia memperingati Hari Disabilitas Internasional. Momen ini menjadi pengingat penting untuk meningkatkan kesadaran tentang hak, martabat, dan kontribusi penyandang disabilitas di masyarakat.
Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan disabilitas? Mari kita mengenal lebih dekat apa itu disabilitas.
Disabilitas adalah kondisi yang memengaruhi tubuh atau pikiran seseorang sehingga menimbulkan kesulitan dalam melakukan aktivitas tertentu (keterbatasan aktivitas) dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya (pembatasan partisipasi).
Jenis disabilitas sangat beragam, mulai dari yang memengaruhi kemampuan penglihatan, pendengaran, pergerakan, berpikir, mengingat, belajar, hingga komunikasi dan hubungan sosial.
Meski sering kali dianggap sebagai satu kelompok, penyandang disabilitas adalah komunitas yang sangat beragam. Dua individu dengan jenis disabilitas yang sama pun bisa mengalami tantangan dan kebutuhan yang sangat berbeda.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan disabilitas memiliki tiga dimensi utama:
Adapun melansir dari laman Health, disabilitas sering terjadi dengan beberapa faktor-faktor berikut:
Hidup dengan disabilitas sering kali dapat menimbulkan beberapa tantangan dalam aspek fisik, sosial, ekonomi, dan emosional dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Sebagai contoh berikut:
Orang dengan disabilitas mungkin lebih mungkin mengalami kondisi seperti obesitas , penyakit jantung, dan diabetes.
Penyandang disabilitas juga sering menghadapi kendala dalam mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Faktanya, 25% orang dewasa penyandang disabilitas di AS memiliki kebutuhan kesehatan yang tidak terpenuhi atau tidak memiliki penyedia layanan kesehatan tetap. Diperlukan lebih banyak sumber daya bagi penyandang disabilitas dan penyedia layanan kesehatan yang memiliki pengetahuan tentang disabilitas.
Jika seseorang memiliki disabilitas, kemungkinan sadar akan adanya perubahan dalam suasana hati dan harga diri. Harga diri yang rendah dapat meningkatkan risiko kecemasan , depresi, penggunaan zat terlarang, dan perilaku antisosial. Sebuah studi tahun 2022 menemukan orang yang dapat menerima disabilitas mereka dan hidup dengan baik dengan kondisi mereka biasanya memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak.
Namun, disabilitas bukanlah halangan untuk meraih mimpi atau berpartisipasi dalam kehidupan. Dengan pemahaman dan dukungan yang tepat, setiap individu, termasuk mereka yang menyandang disabilitas, dapat menjalani kehidupan yang penuh makna dan produktif.
Mari kita bersama-sama menciptakan dunia yang inklusif dan ramah untuk semua! (Health/CDC/Z-3)
Mekanik merakit kursi roda adaptif saat peresmian kantor baru Ohana Training Center di Ngawen, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta.
Ibu Irma, nasabah PNM Mekaar di Ciparay, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk produktif.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan sosial membantu penyintas kecelakaan lalu lintas yang mengalami disabilitas.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendistribusikan bantuan berupa tangan prostetik bagi penyandang disabilitas di wilayah Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ketika Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa penyakit kronis dapat dikategorikan sebagai disabilitas, maka negara sedang memperluas cakupan perlindungan agar lebih inklusif.
Kehadiran lift di JPO Sarinah dianggap sebagai solusi konkret untuk memitigasi risiko keselamatan bagi pengguna kursi roda di kawasan padat lalu lintas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved